Manchester City Gagal Lagi Lawan Real Madrid, Begini Kata Guardiola

Pep Guardiola tetap optimis meski Manchester City tersingkir dari Liga Champions 2025/2026. Ia menjanjikan evaluasi total dan kebangkitan tim di musim mendatang

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 18 Maret 2026, 10:47 WIB
Real Madrid yang unggul jumlah pemain setelah Bernardo Silva diganjar kartu merah, malah kebobolan lewat aksi Erling Haaland yang berhasil memanfaatkan umpan silang Jeremy Doku. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Josep Guardiola, tetap memelihara optimisme meski timnya baru saja terdepak dari ajang Liga Champions.

Ia merasa sangat yakin bahwa The Cityzens mampu bangkit kembali dan menunjukkan performa yang berbeda pada musim depan.

Pernyataan tersebut disampaikan sang pelatih setelah berakhirnya leg kedua babak 16 besar yang berlangsung di Etihad Stadium.

Dalam laga kandang tersebut, Manchester City terpaksa mengakui keunggulan tim tamu, Real Madrid, dengan skor akhir 1-2.

Kekalahan ini memastikan wakil Inggris tersebut harus menyudahi perjalanan mereka di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini.

Hasil tersebut merupakan akumulasi dari kekalahan telak 3-0 yang dialami City saat melakoni leg pertama di Spanyol.

Dengan agregat akhir 5-1 untuk kemenangan Real Madrid, ambisi City meraih trofi Liga Champions musim ini pun resmi kandas.

Pep menerima hasil negatif tersebut dengan sikap ksatria dan memberikan apresiasi kepada sang lawan yang tampil dominan.

Ia pun berjanji akan melakukan pembenahan internal agar timnya bisa tampil lebih kompetitif pada kompetisi musim mendatang.


Sudah Berikan Segalanya

Vinicius Jr kembali mencatatkan namanya di papan skor saat penghujung pertandingan. Ia sukses mengkonversi umpan silang tajam Aurélien Tchouaméni menjadi gol pada menit ke-90+3. (AFP/Oli Scarff)

Dalam sesi wawancara selepas pertandingan, Pep enggan menyalahkan performa anak asuhnya atas kegagalan yang terjadi.

Ia menilai skuadnya telah berupaya maksimal, namun situasi menjadi sangat sulit karena harus bermain hanya dengan 10 pemain.

Menghadapi tim sekelas Real Madrid dalam kondisi kalah jumlah pemain dianggapnya sebagai tantangan yang hampir mustahil untuk dimenangkan.

"Saya sangat menyukai cara tim mengawali permainan pada awal babak pertama tadi," ungkap Pep Guardiola membuka pembicaraan.

Ia mengakui bahwa Madrid adalah tim luar biasa yang memiliki kemampuan untuk menghukum setiap kesalahan lawan secara instan.

Pelatih asal Spanyol tersebut tidak lupa mengucapkan selamat atas keberhasilan Los Blancos melaju ke babak perempat final.

Pep menegaskan bahwa kekalahan menyakitkan ini akan menjadi bahan pelajaran berharga bagi proses evaluasi tim ke depannya.


Masa Depan Cerah

Beberapa kali, skema serangan yang dibangun The Citizens mampu merepotkan barisan pertahanan Real Madrid. Tampak dalam foto, penyerang Real Madrid asal Maroko, Brahim Diaz (kiri), berduel dengan bek Manchester City asal Aljazair, Rayan Ait-Nouri, saat pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Etihad Stadium, barat laut Inggris, pada Selasa 17 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu (18/3) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Meski harus tersingkir lebih awal, Pep menjamin bahwa situasi Manchester City akan jauh lebih baik pada musim depan.

Ia sangat percaya diri bahwa skuadnya akan menjadi kekuatan yang sulit dibendung pada Liga Champions musim 2026/2027 mendatang.

"Kami memiliki sederet pemain yang fantastis dan saya sangat yakin kami akan kembali lebih kuat tahun depan," lanjutnya.

Pep melihat potensi besar dalam timnya saat ini dan merasa masa depan The Cityzens tetap berada di jalur yang benar.

Ia menyebutkan bahwa City memiliki banyak talenta muda berbakat yang mampu melakukan banyak hal hebat di lapangan.

Beberapa pemain seperti Khusanov, Cherki, dan Semenyo disinggung sebagai penggawa yang baru pertama kali mencicipi atmosfer Liga Champions.

Menurut Pep, para pemain muda tersebut masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tekanan tinggi di kompetisi sebesar ini.

Ia menutup pembicaraan dengan menekankan bahwa pengalaman musim ini akan menjadi fondasi penting bagi kematangan mental skuadnya.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya