Kecelakaan Maut Bus di Tol Pejagan-Pemalang Tewaskan Satu Penumpang, Begini Kronologinya

Kecelakaan ini melibatkan Bus PO Zentrum MK dengan mobil Daihatsu pick up yang tengah berhenti di bahu jalan akibat kendala teknis.

oleh Felek WahyuDiterbitkan 18 Maret 2026, 10:28 WIB
Kecelakaan Maut Bus di Tol Pejagan-Pemalang (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259.300 A, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa (17/3/2026) malam. Insiden ini melibatkan Bus PO Zentrum MK dengan mobil Daihatsu pick up yang tengah berhenti di bahu jalan akibat kendala teknis.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, satu orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara itu, sebanyak 33 orang mengalami luka-luka.

"Satu orang penumpang bus meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 33 orang lainnya mengalami luka-luka," kata Lilik, Rabu (18/3/2026).

Dia mencatat, kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut sebanyak Rp 50.000.000.

Kronologi Kecelakaan

Lilik menjelaskan, kecelakaan bermula saat Bus Mercedes Benz PO Zentrum bernomor polisi K-7603-OF yang dikemudikan Wahyu (32) melaju dari arah barat ke timur sekitar pukul 21.39 WIB. Bus tersebut berupaya mendahului kendaraan lain melalui bahu jalan sebelah kiri.

Namun, di saat bersamaan terdapat mobil Daihatsu pick up bernomor polisi B-9108-BBI yang sedang berhenti di bahu jalan. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan.

"Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari hingga bus menabrak bagian belakang pick up dan terguling ke sisi utara jalan tol," jelasnya.

Setelah mendapatkan laporan kecelakaan, polisi mendatangi lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar 10 menit usai kecelakaan.

Setibanya di lokasi, personel langsung mengevakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan lanjutan.

Kasatgas Humas OKC 2026 Polda Jateng, Artanto mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar disiplin mematuhi aturan lalu lintas. Dia menekankan bahwa kepatuhan terhadap batas kecepatan dan rambu-rambu menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan.

 Sumber: Nur Habibie/Liputan6.com

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya