Tidak Ada One Way Penuh di Jalur Puncak Bogor Hingga Lebaran, Ini Penjelasan Polisi

Polres Bogor memastikan tidak akan menerapkan sistem one way penuh di Jalur Puncak hingga Hari Raya Idul Fitri, dengan rekayasa lalu lintas bersifat situasional.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 17 Maret 2026, 22:02 WIB
Kendaraan wisatawan terjebak penutupan jalur Puncak akibat sistem satu arah di Tol Jagorawi, Pandansari, Bogor, Jawa Barat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Polres Bogor memastikan tidak akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) secara penuh di Jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor, Ardian Novianto, mengatakan kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan tradisi masyarakat yang masih melakukan silaturahmi saat Lebaran.

“Rekayasa lalu lintas nanti kami berlakukan H+1, karena pada saat hari raya kita menghormati budaya silaturahmi masyarakat. Jadi rekayasa tidak kita lakukan dulu karena khawatir terjadi banyak komplain,” kata Ardian di Bogor, Selasa.

Ia menjelaskan hingga saat ini kepolisian belum merencanakan pemberlakuan sistem one way penuh selama periode mudik Lebaran di Jalur Puncak.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional di titik-titik rawan kemacetan, seperti sistem buka-tutup arus kendaraan.

“Untuk sementara one way penuh tidak ada. Rekayasa yang dilakukan biasanya sepenggal seperti buka tutup di Pasir Muncang atau Pasar Cisarua,” ujarnya.

Ardian menambahkan sistem buka-tutup tersebut biasanya diterapkan pada waktu tertentu, terutama menjelang waktu berbuka puasa ketika volume kendaraan meningkat.

Selain itu, pergerakan pemudik di Jalur Puncak mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir, terutama pada sore hingga malam hari.

 

 

Puncak Arus Mudik Diprediksi Mendekati H-3 Lebaran

Pengendara berjalan tersendat akibat padatnya volume kendaraan menuju jalur Puncak, Gadog, Bogor, Jawa Barat. (merdeka.com/Arie Basuki)

Berdasarkan pantauan di lapangan, peningkatan kendaraan terjadi setelah waktu berbuka puasa, dengan dominasi kendaraan roda dua yang membawa barang tambahan seperti ransel di bagian depan.

Menurut Ardian, sebagian pemudik yang melintas merupakan perjalanan jarak menengah dari wilayah DKI Jakarta menuju daerah di Jawa Barat bagian selatan hingga sebagian wilayah Jawa Tengah.

Meski demikian, kepolisian memprediksi puncak arus mudik di Jalur Puncak akan terjadi mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Untuk peningkatan sudah mulai nampak, namun untuk prediksi puncak arus mudik tetap kami perkirakan terjadi pada H-4 atau H-3 Lebaran,” kata Ardian.

 

 

Infografis Jalur Diprediksi Macet Saat Mudik Lebaran 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya