Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi lonjakan timbulan sampah selama periode libur Lebaran 2026.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan peningkatan sampah tidak terlepas dari pergerakan besar masyarakat saat mudik.
Advertisement
Ia menyebut berdasarkan perkiraan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub), sekitar 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.
"Ada sekitar 143 juta pergeseran masyarakat dari kota-kota besar ke daerah-daerah. Artinya maka sampah yang timbul dalam satu harinya bisa dikalikan 0,5 kilogram," kata Hanif saat meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (16/3/2026).
Menurut Hanif, timbulan sampah yang biasanya terkonsentrasi di kota besar seperti Jakarta akan berpindah ke daerah tujuan mudik, yang memiliki kapasitas pengelolaan sampah yang berbeda-beda.
Karena itu, KLH meminta kepala daerah segera mengambil langkah antisipasi.
"Kami sudah memerintahkan, meminta kepada wali kota dan bupati sebagai penanggung jawab utama sampah untuk segera menyikapi ini," ujarnya.
Dia menegaskan seluruh regulasi terkait pengelolaan sampah sebenarnya telah tersedia, sehingga pemerintah daerah diharapkan dapat menjalankan sesuai ketentuan yang ada.
18 Maret 2026 Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik
Sementara itu, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu (18/3), dengan estimasi pergerakan masyarakat mencapai 21,97 juta orang dalam satu hari.
Secara nasional, survei Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub mencatat sekitar 143,92 juta orang berencana melakukan perjalanan selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebut angka tersebut sedikit menurun dibandingkan survei 2025, namun realisasi pergerakan biasanya lebih tinggi.
"Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei," kata Dudy dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (13/3).
Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi diperkirakan masih menjadi pilihan utama dengan jumlah sekitar 76,24 juta pemudik, disusul sepeda motor dan bus.
Dengan tingginya mobilitas tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mengantisipasi dampak lingkungan, terutama peningkatan volume sampah di wilayah tujuan mudik.