Aksi Heroik Pelari Wanita Rela Masuki Selokan Demi Bantu Lansia

Aksi seorang pelari yang rela turun ke saluran pembuangan demi membantu orang asing mengambil kunci yang jatuh mendapat sorotan warganet.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 17 Maret 2026, 20:30 WIB
Ilustrasi olahraga High-Intensity Interval Training. (dok. Unsplash/Braden Collum)

Liputan6.com, London - Seorang pelari perempuan di Inggris menjadi sorotan setelah nekat masuk ke saluran pembuangan demi membantu seorang lansia yang kehilangan kunci rumah dan mobilnya.

Aksi itu dilakukan oleh Lizzy Holywell (35), saat ia tengah berlari di kawasan Dronfield, Selasa pagi, dalam persiapan menuju Sheffield Half Marathon.

Holywell menghentikan larinya setelah melihat seorang perempuan berusia akhir 60-an berdiri di pinggir jalan dalam kondisi tertekan. Lansia tersebut menjelaskan bahwa kunci miliknya terjatuh ke dalam lubang saluran air saat hendak memasukkannya ke dalam tas.

“Dia bilang suaminya baru saja meninggal dan dia tinggal sendiri. Tidak ada kunci cadangan. Saya tidak bisa meninggalkannya begitu saja,” ujar Holywell.

Upaya awal dilakukan bersama seorang pelari lain yang ikut membantu. Mereka mencoba mengambil kunci menggunakan magnet, tali, dan tongkat, namun tidak berhasil.

Dalam kondisi tersebut, Holywell memutuskan untuk turun langsung ke dalam selokan.

“Kedalamannya sekitar setinggi pinggang. Saya mencoba meraba dengan kaki,” katanya.

Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Ia hanya menemukan berbagai benda seperti pena, potongan logam, batu, dan daun dari lumpur di dalam saluran tersebut.

Tak lama kemudian, sejumlah petugas kebersihan dari pemerintah daerah berhenti dan ikut membantu. Mereka bahkan meminjamkan jaket untuk membersihkan kaki Holywell setelah percobaan tersebut.

Kunci akhirnya berhasil diambil oleh seorang tukang listrik lokal, Matthew Smith, yang datang dengan membawa batang magnet dari mobilnya.

“Dia sangat bahagia. Dia memeluk tukang listrik itu erat-erat,” kata Holywell, seraya menambahkan ia menolak pelukan karena tubuhnya kotor akibat lumpur.

Meski aksi tersebut menuai pujian karena kepedulian terhadap sesama, pihak Severn Trent Water mengingatkan bahwa masyarakat tidak disarankan untuk memasuki sistem drainase.

Perusahaan air itu menegaskan bahwa saluran pembuangan merupakan ruang terbatas yang berisiko tinggi, dan hanya boleh diakses oleh petugas terlatih dengan izin khusus.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial tetap penting, namun keselamatan pribadi harus tetap menjadi prioritas utama.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya