Liputan6.com, Jakarta - Bulan Syawal telah tiba, membawa semangat baru setelah sebulan penuh berpuasa di Ramadan. Bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah ini momentum untuk membuktikan konsistensi ibadah kita. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui amalan sunnah yang bisa dilakukan sepanjang bulan Syawal.
Merujuk buku Amalan setelah Ramadhan, karya Sukamto, Syawal adalah bulan pembuktian bagi seorang muslim, apakah ibadahnya mengalami peningkatan atau justru penurunan setelah melalui Ramadan. Syawal adalah waktu menguji sejauh mana kita bisa mempertahankan semangat ibadah yang telah terbina selama bulan puasa.
Advertisement
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 99: "Dan sembahlah Tuhanmu sehingga datang kepadamu (ajal) yang diyakini (kematian)."
Artikel ini menyajikan 20 amalan sunnah yang bisa dilakukan sepanjang bulan Syawal, berdasarkan Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal, Ebook Panduan Amalan Syawal Sepanjang Aidilfitri dari Qur'an Pro Academy, Buku Amalan setelah Ramadhan karya Sukamto HM, serta diperkaya dengan sumber-sumber relevan lainnya.
Berikut adalah 20 amalan sunnah yang dapat diamalkan sepanjang bulan Syawal, lengkap dengan dalil, pandangan ulama, dan tips praktisnya.
1. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal adalah amalan utama yang paling dianjurkan setelah Ramadan. Pahalanya luar biasa besar, setara dengan puasa setahun penuh.
Dalil:Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164)
Puasa Syawal hukumnya sunnah dan dalilnya berdasarkan hadis dari Abi Ayyub al-Anshari, Tsauban, dan Ibnu Majah. Ulama menjelaskan bahwa satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, sehingga puasa Ramadan 30 hari setara 300 hari (10 bulan) dan puasa Syawal 6 hari setara 60 hari (2 bulan), total setahun penuh.
Sayyid Abdullah al-Hadrami dalam kitabnya al-Wajiz fi Ahkamis Shiyam menjelaskan bahwa puasa Syawal tidak disyaratkan harus berturut-turut, cukup dilakukan enam hari dalam bulan Syawal meskipun terpisah-pisah.
Tips Praktis:
- Dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal, dimulai tanggal 2 Syawal (karena 1 Syawal diharamkan berpuasa)
- Boleh berturut-turut atau berselang hari
- Niat: Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min syawwal sunnatan lillahi ta'ala (Saya niat puasa esok hari sebanyak enam hari di bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala)
2. Melanjutkan Tilawah Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an secara konsisten, meski hanya beberapa ayat setiap hari, akan menjaga hati tetap terhubung dengan Allah.
Allah SWT berfirman: "Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur'an." (QS. Al-Muzzammil: 20)
Dari Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah." (HR. Bukhari Muslim)
Tips Praktis:
- Tetapkan target harian minimal satu halaman atau satu juz
- Gunakan waktu-waktu tertentu, seperti setelah shalat Subuh atau sebelum tidur
- Gunakan aplikasi Al-Qur'an di ponsel agar bisa membaca kapan saja
3. Menjaga Shalat Malam (Qiyamullail)
Qiyamullail adalah kebiasaan orang saleh yang tidak hanya untuk Ramadan. Shalat malam memiliki keutamaan besar dalam menjaga kelembutan hati.
Rasulullah SAW bersabda: "Solat yang paling utama setelah solat fardu adalah solat malam." (HR. Muslim no. 1163)
Tips Praktis:
- Mulai dengan dua rakaat ringan, lalu tingkatkan secara bertahap
- Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir
- Bacalah doa sapu jagat dan perbanyak istighfar
4. Shalat Dhuha Rutin
Shalat Dhuha adalah amalan yang mendatangkan keberkahan rezeki dan menjadi investasi amal cadangan.
Rasulullah SAW bersabda: "Pada setiap pagi, setiap sendi manusia perlu bersedekah... dan mencukupi semua itu dengan solat dua rakaat yang dilaksanakan pada waktu Dhuha." (HR. Muslim no. 720)
Tips Praktis:
- Lakukan dua hingga dua belas rakaat di pagi hari (sekitar jam 8-11)
- Niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah
- Konsisten meski hanya dua rakaat.
5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir adalah makanan ruhani yang menghidupkan hati dan mendatangkan ketenangan jiwa.
Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab: 41)
Rasulullah SAW bersabda: "Sesiapa yang beristighfar dengan ikhlas, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesusahan, dan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud no. 1518)
Tips Praktis:
- Amalkan dzikir pagi dan petang
- Baca tasbih, tahmid, takbir 33 kali setelah shalat
- Perbanyak istighfar sepanjang hari
6. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib
Shalat rawatib (sebelum dan sesudah shalat fardhu) memiliki keutamaan dibangunkan rumah di surga.
Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang hamba Muslim mendirikan solat sunat kerana Allah S.W.T. sebanyak dua belas rakaat setiap hari, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga." (HR. Muslim no. 728)
Tips Praktis:
- Mulai dengan dua rakaat sebelum Subuh dan dua rakaat setelah Maghrib
- Tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan
- Niatkan sebagai penyempurna kekurangan shalat wajib
7. Memperbanyak Doa
Doa adalah inti ibadah. Bulan Syawal adalah waktu yang baik untuk memperbanyak doa memohon keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah ibadah." (HR. Tirmidzi)
Tips Praktis:
- Perbanyak doa di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam dan setelah shalat fardhu
- Doakan kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan sesama muslim
- Amalkan doa sapu jagat: Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar
8. I'tikaf atau Menyendiri untuk Beribadah
Bagi yang tidak sempat i'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan, bisa menggantinya di bulan Syawal.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW pernah tidak beri'tikaf di bulan Ramadan karena suatu peristiwa, kemudian beliau menggantinya di bulan Syawal: "Kemudian Nabi beri'tikaf sepuluh hari di bulan Syawal." (HR. Bukhari)
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa amalan sunnah yang biasa dilakukan, jika tertinggal, dianjurkan untuk diganti (qadha).
Tips Praktis:
- I'tikaf bisa dilakukan beberapa jam di masjid, tidak harus full day
- Jika tidak bisa ke masjid, sediakan sudut khusus di rumah untuk beribadah
- Isi dengan membaca Al-Qur'an, dzikir, dan shalat sunnah
9. Mempererat Silaturahim
Syawal adalah bulan yang tepat untuk merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang.
Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturrahminya (dengan kerabat)." (HR. Bukhari)
KH Didin Hafidhuddin dalam Republika menjelaskan bahwa silaturahim dengan hati yang bersih, pikiran jernih, dan wajah penuh keakraban akan mampu menghilangkan sifat dengki, iri, hasud, dan saling memfitnah .
Tips Praktis:
- Kunjungi keluarga, kerabat, dan tetangga secara bergilir
- Jika tidak bisa bertemu langsung, silaturahim bisa dilakukan via telepon atau video call
- Bawalah buah tangan sederhana saat berkunjung
10. Bersedekah Secara Konsisten
Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Konsistensi dan keikhlasan lebih utama daripada jumlah.
Allah SWT berfirman: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
Tips Praktis:
- Sediakan kotak sedekah harian di rumah
- Sedekah bisa berupa makanan, pakaian, atau bantuan non-materi
- Libatkan anak-anak dalam aktivitas bersedekah.
11. Memberi Uang di Hari Raya ke Anak Kecil
Tradisi memberi duit raya kepada anak-anak, keluarga, dan kerabat adalah amalan yang sesuai dengan tuntunan salafussoleh.
Pemberian duit raya kepada kaum keluarga dan jiran tetangga adalah harus hukumnya, bahkan bertepatan dengan usaha menzahirkan syiar Islam menerusi kegembiraan memberi dan menerima sedekah.
Imam Al-Zahabi dalam kitab Siyar A'lam an-Nubala' menceritakan bahwa Hammad bin Abi Sulayman, guru Imam Abu Hanifah, biasa memberi setiap orang setelah hari raya Aidilfitri sebanyak 100 dirham.
Tips Praktis:
- Tidak perlu memaksa diri memberi dalam jumlah besar
- Utamakan pemberian kepada golongan fakir, miskin, dan yang memerlukan
- Niatkan sebagai sedekah dan bentuk kegembiraan hari raya
12. Saling Memaafkan dengan Tulus
Meminta dan memberi maaf adalah inti dari Idul Fitri. Amalan ini membersihkan hati dari dendam dan mempererat persaudaraan.
Allah SWT berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (QS. An-Nur: 22)
Para sahabat Rasulullah SAW ketika berjumpa di hari raya saling mengucapkan: "Taqabbalallahu minna wa minkum" (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).
Tips Praktis:
- Mulailah dengan keluarga terdekat
- Ucapkan maaf dengan tulus, bukan formalitas
- Sertakan doa kebaikan untuk orang yang telah menyakiti
13. Menjamu Tamu
Menjamu tamu adalah wujud kemurahan hati dan bukti keimanan seseorang.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah dia memuliakan tetamunya." (HR. Bukhari no. 6136 dan Muslim no. 47)
Tips Praktis:
- Sediakan hidangan sederhana namun bersih dan halal
- Sambut tamu dengan wajah ceria dan senyuman
- Libatkan keluarga dalam mempersiapkan hidangan
14. Mengunjungi Tetangga
Menjaga hubungan baik dengan tetangga adalah bagian dari iman yang sering terlupakan.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari Muslim)
Tips Praktis:
- Kunjungi tetangga terdekat, terutama yang lanjut usia
- Bagikan makanan atau kue lebaran kepada mereka
- Tawarkan bantuan jika mereka membutuhkan
15. Membantu Fakir Miskin dan Anak Yatim
Menolong kaum dhuafa adalah amalan yang harus terus-menerus dilakukan, tidak hanya di bulan Ramadan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah engkau ingin hatimu lembut dan kebutuhanmu terpenuhi? Maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah ia makan dari makananmu niscaya hatimu akan menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi." (HR. Ath-Thabrani).
Tips Praktis:
- Bersikap baik dan tidak menzalimi anak yatim
- Beri makan anak yatim, terutama yang memiliki hubungan kerabat
- Salurkan bantuan melalui lembaga terpercaya.
16. Menjaga Lisan dari Perkataan Buruk
Menjaga lisan adalah cermin keimanan seseorang. Setelah Ramadan, tantangan menjaga lisan menjadi lebih berat. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari no. 6136).
Tips Praktis:
- Lakukan muhasabah harian: apa yang saya katakan hari ini?
- Hindari berkumpul dalam sesi gosip
- Alihkan topik jika perbualan menjadi negatif
17. Melangsungkan Pernikahan di Bulan Syawal
Penjelasan Singkat:Menikah di bulan Syawal adalah sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Aisyah r.a berkata: "Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mulai berumah tangga bersamaku pada bulan Syawal." (HR. Muslim).
Pandangan Ulama:Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis ini mengandung anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal .
Tips Praktis:
- Niatkan pernikahan untuk mengikuti sunnah Rasulullah
- Sederhanakan acara, hindari pemborosan
- Jaga niat untuk membangun keluarga sakinah
18. Berbuat Baik kepada Orang Tua dan Keluarga
Berbakti kepada orang tua adalah amalan yang paling dicintai Allah setelah shalat tepat waktu.
Allah SWT berfirman: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak." (QS. Al-Isra': 23)
Tips Praktis:
- Luangkan waktu untuk berbincang dengan orang tua
- Bantu pekerjaan rumah tanpa diminta
- Mendoakan mereka setiap selesai shalat
19. Menjaga Silaturahim dengan Sahabat dan Rekan Kerja
Hubungan baik dengan sahabat dan rekan kerja juga perlu dijaga sebagai bentuk ukhuwah Islamiyah.
Rasulullah SAW bersabda: "Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan." (HR. Bukhari Muslim)
Tips Praktis:
- Kirim ucapan selamat Idul Fitri melalui pesan atau media sosial
- Adakan pertemuan kecil atau halal bihalal dengan rekan kerja
- Saling mendoakan dalam kebaikan
20. Menghadiri Majelis Ilmu
Majelis ilmu adalah taman surga di dunia. Menghadirinya akan menambah ilmu dan menyuburkan iman.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).
Tips Praktis:
- Ikuti pengajian rutin di masjid atau surau
- Dengarkan kajian online melalui platform digital
- Catat poin-poin penting dan amalkan ilmunya.
People Also Ask:
Amalan yang dianjurkan di bulan Syawal?
Puasa enam hari di bulan Syawal, mempererat tali silaturahmi, memperbanyak dzikir, dan bersedekah adalah beberapa bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.
10 Syawal ada apa?
Perang Hunai terjadi Tanggal: 10 Syawal 8 H di Lembah Hunain. Perang ini terjadi setelah Fathu Makkah (Pembebasan Makkah), ketika Rasulullah ﷺ dan pasukannya menghadapi suku Hawazin dan Tsaqif.
Apa yang sebaiknya Anda lakukan selama bulan Syawal?
Meneruskan Kebiasaan Baik Ramadan di Bulan Syawal
Ini termasuk melanjutkan amal kebajikan kita, baik sunnah maupun wajib, membaca Al-Qur'an dan berdoa kepada Allah (SWT) . Ramadan memberi kita kesempatan untuk semakin dekat dengan Allah (SWT), memperkuat iman kita dan meningkatkan niat kita untuk berdoa.
1 Syawal itu apa?
Menjawab pertanyaan 1 Syawal hari apa, maka dalam konteks keagamaan, 1 Syawal adalah hari raya Idulfitri. Hari ini merupakan salah satu dari dua hari raya utama umat Islam, selain Iduladha. 1 Syawal juga merupakan hari yang diharamkan untuk berpuasa karena merupakan hari kemenangan dan kebahagiaan bagi umat Muslim.
Apa keistimewaan di bulan Syawal?
"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?" (HR Muslim). Bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan.
5 Fadhilah Mengamalkan Amalan Sunnah di Bulan Syawal
1. Tanda Diterimanya Ibadah Ramadan
Para ulama salaf berkata: "Sesungguhnya di antara ganjaran kebajikan adalah kebajikan setelahnya." Jika seseorang mampu melanjutkan amalan baik setelah Ramadan, itu menandakan amalannya di bulan suci diterima Allah SWT. Sebaliknya, jika kembali kepada keburukan, itu pertanda amalnya ditolak. Prof. Sukamta menekankan bahwa Syawal adalah momentum untuk menguji sejauh mana kita bisa mempertahankan semangat ibadah yang telah terbina selama bulan puasa.
2. Menjaga Konsistensi (Istiqamah) dalam Ibadah
Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit." (HR. Muslim No. 783) . Bulan Syawal menjadi momentum melatih diri untuk istiqamah beribadah sepanjang tahun, tidak hanya musiman di bulan Ramadan. Puasa Syawal membantu menstabilkan kondisi ruhani yang telah dilatih selama sebulan penuh.
3. Menyempurnakan Kekurangan Ibadah Ramadan
Tidak ada manusia yang sempurna dalam beribadah. Pasti ada kekurangan dalam puasa, shalat, dan amalan kita selama Ramadan. Puasa Syawal dan amalan sunnah lainnya menjadi penyempurna kekurangan yang mungkin terjadi, sebagaimana shalat sunnah yang menutupi kekurangan shalat wajib . Para ulama menjelaskan bahwa puasa Syawal merupakan bentuk penyempurna dari puasa Ramadan.
4. Meraih Keberkahan Berlipat Ganda
Bulan Syawal menawarkan peluang emas untuk meraih keberkahan melalui amalan-amalan sunnah. Puasa enam hari Syawal saja setara dengan puasa setahun penuh . Sedekah dan silaturahim juga menjadi pintu utama untuk meraih keberkatan hidup, meluaskan rezeki, dan memperpanjangkan usia . Gabungan sedekah dan silaturahim dalam bulan Syawal menghasilkan keberkatan berganda.
5. Membangun Karakter Muslim Sejati
Amalan-amalan sunnah di bulan Syawal—seperti silaturahim, sedekah, memaafkan, dan membantu fakir miskin—membentuk karakter muslim yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga saleh secara sosial. Inilah tujuan akhir dari pendidikan Ramadan: melahirkan insan bertakwa yang membawa kebaikan bagi lingkungannya. Masyarakat yang menghidupkan ibadah di bulan Syawal cenderung lebih produktif, lebih tenang, dan harmonis.