Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Posko Pengaduan Dibuka

Kapolri mengatakan dalam mengungkap kasus ini ini pihaknya menggunakan pendekatan scientific crime investigation.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 15 Maret 2026, 13:41 WIB
Dimas Bagus Arya menambahkan bahwa serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh Andrie Yunus, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Tampak dalam foto, sebuah poster bergambar bunga terlihat saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengomentari insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dia mengaku sudah diperintahkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan dan mengedepankan metode penyelidikan ilmiah.

“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Sigit saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (15/3/2026).

 

Scientific Crime Investigation

Dua pengendara motor yang diduga menyiram air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Istimewa)

Kapolri menambahkan, dalam mengungkap kasus ini ini pihaknya menggunakan pendekatan scientific crime investigation. Sehingga, setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif dan berdasarkan bukti.

Selain itu, katanya, kepolisian juga tengah mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk kemudian didalami secara bertahap.

“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” ucapnya.

 

Buka Posko Aduan

Seorang aktivis memegang poster saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. (DEVI RAHMAN/AFP)

Sigit menambahkan Polri juga akan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus tersebut agar dapat melaporkannya secara langsung kepada pihak kepolisian. Dia mengklaim, setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti sekaligus diberikan jaminan perlindungan kepada pihak yang membantu proses penyelidikan.

“Seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat yang membantu kami akan kita berikan jaminan perlindungan,” tuturnya.

Sementara itu, ia telah meminta jajarannya bekerja secara maksimal dalam mengumpulkan keterangan serta bukti yang diperlukan untuk mengungkap kasus tersebut.

Menurut dia, perkembangan penyelidikan nantinya akan disampaikan secara berkala melalui posko pengaduan maupun melalui Divisi Humas Polri.

“Kami akan menginformasikan secara rutin setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kami dapat,” ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya