Trump Serukan Negara-negara Kirim Kapal Perang untuk Amankan Selat Hormuz

Lewat unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump minta negara-negara yang melintasi Selat Hormuz menjaga keamanan jalur tersebut.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 15 Maret 2026, 10:08 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 3 Maret 2026.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (14/3/2026) menyerukan kepada negara-negara dunia untuk mengirimkan kapal perang guna memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran melanjutkan aksi balasan menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur sempit yang berada di antara Iran dan Oman itu dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Jika Iran berhasil menghentikan arus pengiriman di wilayah tersebut, langkah itu berpotensi memberikan tekanan besar terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.

Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump meminta negara-negara yang bergantung pada pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz untuk turut menjaga keamanan jalur tersebut, dikutip dari Japan Today, Minggu (15/3/2026).

“Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu — sangat!” tulis Trump. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat siap berkoordinasi dengan negara-negara tersebut agar upaya pengamanan berjalan cepat dan lancar.

Dalam unggahan lain pada hari yang sama, Trump memperkirakan sejumlah negara akan bergabung dengan Amerika Serikat dalam misi menjaga keamanan selat tersebut.

Menurutnya, negara-negara seperti Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris diharapkan dapat mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut.

“Sementara itu, Amerika Serikat akan membombardir garis pantai secara intensif dan terus menembak jatuh kapal-kapal Iran,” tulis Trump.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas pertanyaan mengenai apakah sudah ada negara yang menyatakan kesediaan untuk mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah negara Barat telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan Mediterania timur. Langkah itu antara lain dilakukan untuk meningkatkan keamanan di Siprus setelah sebuah drone buatan Iran menghantam pangkalan militer Inggris di pulau tersebut pada 2 Maret.

 

Sikap Inggris

Ilustrasi bendera Inggris (unsplash)

Inggris juga tengah mempertimbangkan opsi tambahan untuk menambah penempatan pasukan di kawasan Teluk, menyusul meningkatnya serangan Iran terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, pada Kamis lalu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pemerintah sedang berkoordinasi dengan sekutu dan mitra internasional guna membahas berbagai opsi untuk memastikan keamanan pelayaran di kawasan itu.

Sementara itu, Angkatan Laut Prancis telah mengerahkan sekitar selusin kapal perang ke sejumlah wilayah strategis, termasuk Mediterania dan Laut Merah. Kelompok kapal tersebut juga berpotensi ditempatkan di Selat Hormuz sebagai bagian dari dukungan pertahanan bagi sekutu yang terdampak konflik.

Pejabat Prancis menyebut Paris telah melakukan konsultasi dengan negara-negara di Eropa, Asia, dan kawasan Teluk Arab dalam sepekan terakhir. Tujuannya adalah menyusun rencana pengawalan kapal tanker oleh kapal perang saat melintasi Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada Kamis, Trump juga menyatakan Amerika Serikat siap mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz guna melindungi mereka dari potensi serangan Iran. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Washington meredam lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya