Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan menegaskan pentingnya memanfaatkan pasar dari Negeri Tiongkok untuk meningkatkan ekspor nasional melalui partisipasi Indonesia dalam China-ASEAN Expo (CA Expo).
Dalam sambutan tertulis Menteri Perdagangan Budi Santoso yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa Cina merupakan mitra dagang utama dan strategis bagi Indonesia.
Advertisement
Belum lagi jika melihat tahun 2025, ekspor Indonesia ke Cina mencapai 67 miliar, dengan lebih dari 90% berasal dari ekspor non-migas. Kemudian dalam lima tahun terakhir, dari 2021 hingga tahun 2025, tren ekspor ke Cina tumbuh positif sebesar 4%.
“Mengapa misalnya Tiongkok? Tiongkok ini adalah partner utama kita. Ekspor kita ke Tiongkok itu trennya naikkan 4%. Tahun lalu ekspor kita ke Tiongkok itu naiknya 16,4%. Artinya apa? Artinya Tiongkok itu memiliki potensi sebagai pasar ekspor kita,” katanya dalam sambutan kick-off CA Expo, di Kementerian Perdagangan, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, data tersebut mendorong kepastian di tengah dinamika ekonomi global, sebab kinerja perdagangan Indonesia pada 2025 masih menunjukkan tren positif. Neraca perdagangan tercatat surplus sekitar 41 miliar dolar AS dengan total nilai ekspor mencapai sekitar 283 miliar dolar AS, atau tumbuh 6,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang meningkat 7,66%.
Defisit Perdagangan dengan Tiongkok
Kendati demikian, Indonesia masih mencatat defisit perdagangan dengan Tiongkok yang mencapai sekitar 20 miliar dolar AS. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendorong peningkatan ekspor nasional.
Pemerintah pun menargetkan peningkatan ekspor Indonesia ke Tiongkok hingga 20% ke depan dengan memanfaatkan berbagai platform promosi perdagangan internasional, termasuk CA Expo.
“Apapun kondisinya, nah, ini kan usaha bersama supaya kita bisa meningkatkan ekspor kita ke Cina,” jelasnya.