Liputan6.com, Jakarta - Perasaan kebingungan ketika uang Tunjangan Hari Raya (THR) cepat habis adalah pengalaman yang mungkin tidak asing bagi banyak orang. Sebelum menyelami lebih dalam,perlu membutuhkan refleksi singkat. Coba ingat lagi, apa yang biasanya Anda lakukan dengan THR? Apakah Anda sudah memiliki rencana pengeluaran yang matang? Atau, tergoda untuk mengikuti berbagai promo dan diskon menarik, meskipun tidak benar-benar membutuhkan barangnya?
Ada berbagai hal yang membuat THR Anda cuma ‘numpang lewat’ doang, dan tidak memberikan dampak positif untuk kondisi keuangan secara keseluruhan. Mengutip keterangan resmi OCBC, Sabtu, (14/3/2026), ini hal-hal yang harus dihindari, misalnya
Advertisement
1.Tergoda diskon hari raya tanpa perhitungan
Salah satu penyebab utama THR cepat habis adalah kebiasaan belanja impulsif. Godaan diskon, promo, dan barang-barang baru yang menarik menjelang lebaran sering kali membuat kita kalap dan membeli barang yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.
Belanja impulsif juga kerap terjadi karena kurangnya kesadaran akan anggaran atau pengelolaan keuangan yang buruk. Tanpa memiliki rencana pengeluaran yang jelas atau memantau seberapa banyak uang yang sudah dihabiskan, Anda akan rentan terhadap godaan untuk membeli barang secara impulsif.
2.FOMO ikutan gaya kekinian yang gak sesuai kemampuan
Di hari lebaran, seringkali banyak tren-tren baru yang bermunculan. Namun, tidak semua tren itu harus diikuti apabila tidak sesuai kemampuan. Hasil riset Financial Fitness Index 2025 saja masih bilang kalau 76% anak muda masih menghabiskan uang untuk mengikuti gaya hidup teman.
Padahal, Lebaran yang bermakna itu bukan berarti harus punya baju lebaran yang lagi tren, atau gadget baru yang paling canggih, ataupun perhiasan yang mentereng. Kalau tidak sesuai dengan kemampuan, lebih baik diperhitungkan lagi ya!
3.Kurangnya Perencanaan Keuangan
Penyebab lain yang sering membuat THR cepat habis adalah kurangnya perencanaan keuangan. Kurangnya pemahaman tentang alokasi THR yang bijak tentunya dapat menyebabkan pengeluaran impulsif dan konsumtif.
Akibatnya, uang THR bisa habis begitu cepat tanpa memberikan dampak yang signifikan pada stabilitas keuangan jangka panjangmu. Oleh karena itu, penting untuk mulai memperhatikan perencanaan keuanganmu secara lebih serius agar sesuai dengan prioritas.
4.Kebutuhan Mendesak yang Tidak Terduga
Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Terkadang, muncul kebutuhan mendesak yang tidak terduga dan membutuhkan dana besar. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab THR cepat habis.
Jika Anda tidak memiliki dana darurat yang cukup untuk menanggulangi situasi-situasi tak terduga ini, Anda mungkin akan terpaksa menggunakan uang THR atau bahkan mengalami kesulitan finansial yang lebih serius.
THR ASN Tak Kena Pajak? Begini Penjelasannya
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal potongan pajak tunjangan hari raya (THR). Hal ini khususnya usai adanya perbedaan perlakuan pajak antara pegawai swasta dan aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi perhatian publik.
Menurut Purbaya, pemerintah menanggung pajak THR bagi ASN karena mereka bekerja di instansi pemerintahan. Sementara itu, bagi pekerja di sektor swasta, kebijakan terkait tunjangan dan fasilitas lain berada di bawah kewenangan masing-masing perusahaan.
“Kami akan menjalankan perpajakan yang cukup fair,” kata Purbaya dikutip Sabtu (7/3/2026).
Kondisi tersebut membuat perlakuan pajak terhadap THR di sektor swasta berbeda dengan ASN. Karena itu, jika ada keberatan dari pekerja swasta terkait pemotongan pajak, aspirasi tersebut sebaiknya disampaikan kepada manajemen perusahaan.
“Untuk ASN ditanggung kan (pemerintah) bosnya. Jadi, kalau swasta protes, protes ke bosnya,” tambah dia.
Purbaya juga menyatakan perubahan kebijakan pajak THR bagi pekerja swasta tidak mudah dilakukan. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengubah aturan yang sudah berlaku.
“Susah kan kita mengubah peraturan parsial ini untuk memenuhi satu pihak saja,” ujarnya.