Mudik Lebaran 2026, Masyarakat Diimbau Waspadai Penularan Campak

Terdapat peningkatan kasus campak di beberapa wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat. Kepala Dinas Kesehatan pun meminta masyarakat waspada saat mudik Lebaran

oleh Arie NugrahaDiterbitkan 14 Maret 2026, 20:00 WIB
Penumpang kereta api di Stasiun Bandung. (sumber foto: Humas PT KAI Daop 2 Bandung)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penularan penyakit campak saat mudik Lebaran atau Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Raden Vini Adiani Dewi, campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin dari penderita, kontak langsung dengan penderita, dan menyentuh benda yang terkontaminasi virus campak.

"Idul Fitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tersebut karena mudah menular," ujar Vini dalam keterangan tertulis di Bandung, Kamis (12/3/2026).

Vini menjelaskan dari 1 penderita campak dapat menularkan ke 12-18 orang lainnya. Tercatat pada Januari-Februari 2026, jumlah kasus campak di Jawa Barat sebanyak 252 kasus.

Sedangkan jumlah kasus positif campak pada 2025 di Jawa Barat mencapai 1.785 kasus atau melonjak dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 271 kasus.

"Upaya paling efektif mengantisipasi campak yakni dengan cara melengkapi imunisasi campak sampai dosis kedua sebelum mudik Idulfitri, khususnya pada anak usia 9-59 bulan," kata Vini.

Imunisasi Kejar Serempak

Saat ini, sejumlah wilayah di Jawa Barat sedang melaksanakan CUC (Catch Up Campaign) atau Imunisasi Kejar Serempak untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya campak. Sasaran prioritas imunisasi adalah warga berusia 9-59 bulan.

Bagi masyarakat yang ingin anaknya mendapat imunisasi campak, bisa mendatangi posyandu/ puskesmas, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah (masjid, gereja, dan lainnya), serta Pos Pelayanan Mudik.

"Selain imunisasi, lakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) untuk mencegah campak, seperti rajin mencuci tangan memakai sabun dan menggunakan masker saat sakit," terang Vini.

Apabila ada gejala campak seperti demam ruam, maka masyarakat diimbau melakukan PHBS, cuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker dan isolasi mandiri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya