Barcelona Temukan Duet Bek Tangguh Setelah Imbang Lawan Newcastle

Barcelona menemukan duet bek menjanjikan Pau Cubarsi dan Gerard Martin setelah hasil imbang lawan Newcastle di Liga Champions.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 12 Maret 2026, 16:31 WIB
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan tidak menunjukkan tanda-tanda menurun. Newcastle United tetap mengandalkan serangan dari sisi sayap, sementara Barcelona berupaya mendikte laga melalui penguasaan bola. Tampak dalam foto, gelandang Newcastle United asal Brasil, Joelinton (kiri–depan), berebut bola dengan bek Barcelona asal Spanyol bernomor punggung 05, Pau Cubarsi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di St James' Park, Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada Selasa 10 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 11 Maret 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona mungkin tidak mendapatkan hasil ideal saat bermain imbang 1-1 melawan Newcastle United pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026. Namun, laga tandang tersebut tetap menghadirkan perkembangan positif bagi Barcelona.

Salah satu kabar baik datang dari lini belakang Barcelona yang tampil solid sepanjang laga. Duet Pau Cubarsi dan Gerard Martin menunjukkan performa matang saat menghadapi tekanan dari tim Inggris tersebut.

Meski Gerard Martin bukan bek tengah murni, kerja samanya dengan Cubarsi berjalan cukup baik. Keduanya tampil tenang dan mampu menjaga organisasi pertahanan Barcelona dalam pertandingan dengan intensitas tinggi.


Chemistry yang Terbangun di Lini Belakang

Striker Newcastle United asal Denmark, William Osula (kiri), berebut bola dengan bek Barcelona asal Spanyol, Gerard Martin, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di St James' Park, Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada Selasa 10 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 11 Maret 2026 dini hari WIB. Menjamu Barcelona, Newcastle United harus puas dengan hasil imbang 1-1. (Paul ELLIS/AFP)

Kerja sama Cubarsi dan Gerard Martin ternyata sudah memberikan dampak positif bagi Barcelona. Di bawah arahan Hansi Flick, keduanya telah tampil bersama dalam 13 pertandingan.

Catatan yang tercipta cukup mengesankan dengan 12 kemenangan dan satu hasil imbang. Satu-satunya laga tanpa kemenangan itu terjadi saat Barcelona menghadapi Newcastle di Liga Champions.

Fakta lain yang menarik adalah usia kedua pemain tersebut. Cubarsi baru berusia 19 tahun, sedangkan Gerard Martin berusia 24 tahun.

Walau masih relatif muda, keduanya bermain dengan rasa percaya diri tinggi. Mereka mampu menjaga konsentrasi dan tampil stabil dalam berbagai situasi pertandingan.

Duet ini juga ikut berperan dalam sejumlah kemenangan Barcelona di Liga Spanyol. Tim Catalan meraih hasil positif melawan Athletic Bilbao, Alaves, Atletico Madrid, Real Betis, Osasuna, Villarreal, Espanyol, dan Oviedo.

Tidak hanya di kompetisi domestik, keduanya juga berkontribusi dalam kemenangan Eropa. Barcelona meraih hasil positif atas Eintracht Frankfurt dan Copenhagen di Liga Champions.


Tangguh Menghadapi Tekanan Newcastle

Lamine Yamal ditunjuk sebagai algojo penalti penentu tersebut. Ia dengan tenang melesatkan bola dengan kaki kirinya untuk menjebol gawang Newcastle yang dijaga Aaron Ramsdale. (AP Photo/Jon Super)

Pertandingan melawan Newcastle memaksa Barcelona bekerja keras di sektor pertahanan. Tim Inggris tersebut terus memberikan tekanan dalam waktu yang cukup lama.

Cubarsi dan Gerard Martin mampu menjawab tantangan itu dengan baik. Mereka menjaga disiplin posisi dan jarang membuat kesalahan saat menghadapi tekanan lawan.

Komunikasi di antara keduanya juga terlihat jelas sepanjang pertandingan. Mereka saling menutup ruang dan membantu satu sama lain ketika situasi bertahan menjadi sulit.

Duet ini juga menunjukkan reaksi cepat ketika terjadi transisi permainan. Mereka mampu membaca arah serangan lawan dan menghindari risiko yang tidak perlu.

Saat menghadapi penyerang dengan kekuatan fisik, keduanya juga tampil cukup kuat dalam duel udara. Hal tersebut membantu Barcelona mengurangi situasi berbahaya di sekitar area penalti.

Penampilan yang tenang dan percaya diri membuat duet ini terlihat seperti pasangan bek berpengalaman. Kondisi tersebut memberi harapan baru bagi lini belakang Barcelona pada sisa musim ini.

Sumber: Barca Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya