Liputan6.com, Riyadh - Suasana Ramadan membawa perubahan signifikan di lingkungan Samhaniya, kawasan bersejarah di Diriyah. Rumah-rumah tua berbahan batu bata lumpur yang dulunya menjadi hunian kini beralih fungsi menjadi toko kecil, galeri kerajinan, hingga studio kreatif.
Selama bulan suci, kawasan ini menjadi lebih hidup. Malam terasa lebih panjang, jalan setapak dipadati pengunjung, dan aktivitas ekonomi meningkat seiring tradisi menjamu tamu, memberi hadiah, serta pertemuan sosial yang kerap berlangsung setelah berbuka puasa.
Advertisement
Salah satu toko yang merasakan lonjakan minat pengunjung adalah Artisana, merek lokal yang fokus pada produk kerajinan tangan. Di dalam toko, rak dan meja ditata menyerupai galeri hadiah, menampilkan berbagai keramik buatan tangan seperti cangkir, mangkuk, dan wadah bertutup. Produk lain yang dijual meliputi tasbih, syal, hingga tas tangan dengan hiasan tradisional dari berbagai wilayah Arab Saudi.
Operator Artisana, Ghalia Al-Mutairi, mengatakan bahwa merek tersebut dikenal karena mengubah keterampilan kerajinan tradisional menjadi produk hadiah yang sarat nilai budaya, dikutip dari Arab News, Jumat (13/3/2026).
“Artisana adalah merek kerajinan tangan Saudi yang berfokus menghadirkan karya yang merayakan warisan budaya dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal,” ujarnya.
Menurut Al-Mutairi, merek tersebut mengembangkan empat lini produk utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari suvenir sederhana hingga barang mewah yang dirancang khusus untuk hadiah.
Permintaan terhadap produk kerajinan meningkat tajam selama Ramadan. Hal itu dipicu oleh budaya saling memberi hadiah yang menjadi bagian dari tradisi sosial masyarakat selama bulan suci.
“Ramadan adalah musim puncak bagi kami. Budaya memberi hadiah meningkat dan produk berbasis warisan budaya seperti milik kami menjadi pilihan yang tepat untuk mengekspresikan kemurahan hati,” katanya.
Lonjakan serupa juga dirasakan oleh bisnis parfum tradisional Oud AbDurrahim. Salah satu pendirinya, Suleiman Al-Durayhim, mengatakan penjualan meningkat signifikan selama Ramadan.
Interior Khas
Toko tersebut memiliki interior khas dengan dinding lumpur bertekstur dan rak kayu berukir yang memajang serpihan kayu oud. Di meja konter, botol kaca berisi minyak parfum berwarna kuning keemasan disiapkan untuk pelanggan yang ingin meracik aroma sesuai selera.
“Kami melihat permintaan yang sangat kuat, terutama di Diriyah, bukan hanya dari seluruh Arab Saudi tetapi juga dari kawasan Teluk,” kata Al-Durayhim.
Bisnis parfum keluarga itu berawal dari usaha kecil sebelum berkembang menggunakan nama keluarga mereka sebagai merek. Salah satu parfum yang paling istimewa adalah “Saad”, yang dinamai untuk mengenang ayah mereka yang telah wafat.
Sementara itu, toko busana Ghain Abaya juga merasakan lonjakan pengunjung. Asisten penjualan, Nour Ahmed, mengatakan merek tersebut awalnya membangun basis pelanggan melalui media sosial sebelum membuka toko fisik pertama di Diriyah.
“Merek ini sudah aktif di Instagram sejak 2017, dan ini toko fisik pertama kami. Pengunjungnya sangat ramai,” ujarnya.
Harga produk di toko tersebut berkisar antara 170 hingga 550 riyal Saudi. Menurut Ahmed, Ramadan tahun ini membawa peningkatan pengunjung yang jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya, terutama wisatawan asing.
“Banyak pengunjung dari Eropa datang untuk melihat abaya dan hijab. Mereka tertarik dengan budaya dan merasakan nuansa spiritual Ramadan bersama umat Muslim,” katanya.
Perkembangan kawasan Samhaniya juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya hanya dipenuhi kafe dan penginapan kecil, kini kawasan tersebut berkembang menjadi pusat usaha kreatif yang didominasi merek-merek lokal Saudi.