Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Bob Hasan menyatakan, perlindungan karya jurnalistik masuk dalam pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Hak Cipta. Dia menjelaskan, setiap karya termasuk jurnalistik, memiliki hak eksklusif yang harus dilindungi.
"Jadi artinya pada intinya melekat hak eksklusif di situ. Setiap karya-karya baik itu lagu maupun juga jurnalistik dan sebagainya itu harus ada perlindungan," kata Bob di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Advertisement
"Sebenarnya Undang-Undang Hak Cipta ini lebih kepada perlindungan. Perlindungan secara hasil karya yang kemudian melekat eksklusif tadi itu," sambungnya.
Menurut Bob, jika karya jurnalistik digunakan kembali untuk disebarkan atau dijadikan produk jurnalistik lain, maka harus memakai izin atau membayar royalti.
"Kalau itu mengandung unsur karya ya sekalipun itu bersifat mungkin umum dan kemudian diadopsi menjadi hasil karya buatan seorang jurnalistik, itu kalau untuk kemudian disebarkan lagi kembali, atau dibuat sebagai bagian daripada hasil jurnalistik atau hasil berita yang dibuat oleh seseorang, itu harus memberi, apa, mendapatkan izin kemudian tentunya di situlah terdapat hak royalti," kata dia.
Pastikan Tuntas Tahun Ini
Setelah RUU Hak Cipta resmi menjadi usul inisiatif DPR, kini DPRD menargetkan RUU selesai tahun ini
"Selesai (tahun ini)," pungkasnya.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Revisi Undang-Undang (RUU) Hak Cipta menjadi RUU usul inisiatif DPR. Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna DPR, Kamis (12/3/2026).
Ketua DPR RI, Puan Maharani menyatakan, delapan fraksi menyetujui RUU Hak Cipta sebagai RUU inisiatif DPR RI.
"Kami sampaikan kepada sidang dewan yang terhormat apakah RUU usul inisiatif anggota DPR RI tentang perubahan UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dapat disetujui menjadi RUU usul DPR RI," kata Puan dalam paripurna.
Diketahui, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI telah menggelar rapat rutin fengan mengundang para pegiat musik untuk mencari benang merah dalam penyelesaian royalti di Indonesia.