Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada para pelaku usaha untuk tetap solid dan bersatu dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang kian tidak menentu. Hal ini disampaikan Prabowo dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Akbar Himawan Buchari, mengungkapkan isi pertemuan dengan Presiden Prabowo yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (3/3/2026) malam.
Advertisement
"Kita pelaku usaha, Pemerintah, dan seluruh stakeholders harus bersatu, harus solid menghadapi situasi global ini," ujar dia di Jakarta, dikutip Rabu (11/3/2026).
Akbar juga mengapresiasi respons pemerintah yang selalu update dan melakukan intervensi terhadap situasi global. Dengan komunikasi yang baik tersebut, dunia usaha khususnya Hipmi akan mendukung upaya yang dilakukan pemerintah.
Menurut dia, saat ini Indonesia tidak terlalu terdampak perang di kawasan Teluk. Namun, sebagai pelaku usaha, dirinya ingin konflik ini cepat selesai. Karena yang terpenting bagi dunia usaha adalah stabilitas.
"Kita mau ekspansi, mau investasi, kita mau melaksanakan kegiatan operasional bisnis. Saat ini, bahan baku yang bergantung pada impor sudah terkena dampaknya," ungkap dia.
Ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar tembus Rp 17 ribu dan harga minyak dunia yang fluktuatif, ia menyebut efeknya pasti akan terasa ke lingkup nasional. "Untuk itu, kita harus antisipasi, kita harus adaptif, dan berharap konflik ini cepat selesai," pinta Akbar.
Undang Pengusaha ke Hambalang
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah menerima audiensi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadi di Hambalang, Kabupaten Bogor pada Senin (9/2/2026). RI 1 telah menerima banyak masukan dari pihak pengusaha untuk pengembangan di sektor swasta.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pengusaha mendorong sejumlah poin kepada Prabowo agar ekonomi nasional bisa kuat baik di dalam maupun luar negeri.
"Banyak (masukan yang masuk). Di situ kan bagaimana mengembangkan sektor-sektor padat karya, bagaimana kita lebih kompetitif dalam hal misalnya industri tekstil, industri garmen, industri sepatu," bebernya saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Bagaimana kemudian kita menyatukan persepsi bahwa kita harus juga berpikir untuk berkompetisi di tingkat global," dia menambahkan.
Persaingan Bisnis Saat Ini
Pasalnya, kata Prasetyo, persaingan bisnis saat ini tidak bisa hanya mengandalkan captive market di dalam negeri. Di sisi lain, beberapa negara justru mengambil pangsa pasar dalam negeri.
"Sebenarnya itu merupakan keunggulan kompetitif negara kita juga," kata Prasetyo.
Dari berbagai masukan tersebut, poin utama yang hendak disampaikan Prabowo kepada pengusaha adalah bagaimana peran sektor swasta dan pemerintah bisa berjalan beriringan.
"Indonesia Incorporated itu disepakati bahwa sektor swasta yang kuat, maju terus harus kita bantu, kita dorong. Karena salah satu kunci ekonomi adalah di teman-teman swasta, di teman-teman pengusaha ini," tutur dia.