Barcelona Ditahan Newcastle 1-1, Hansi Flick: Hasilnya Bagus, Permainannya Belum

Barcelona bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Newcastle pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 11 Maret 2026, 14:37 WIB
Lamine Yamal ditunjuk sebagai algojo penalti penentu tersebut. Ia dengan tenang melesatkan bola dengan kaki kirinya untuk menjebol gawang Newcastle yang dijaga Aaron Ramsdale. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona membawa pulang hasil imbang dari markas Newcastle United setelah bermain 1-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Meski demikian, pelatih Blaugrana, Hansi Flick, mengakui dirinya lebih puas dengan hasil akhir dibandingkan performa timnya di lapangan.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion St. James’ Park, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB itu berjalan sengit sejak menit awal.

Newcastle tampil agresif dan mampu memberi tekanan besar kepada Barcelona, terutama melalui permainan fisik dan intensitas tinggi yang membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.


Gol Dramatis di Pengujung Laga

Lamine Yamal menjadi juru selamat Barcelona saat bertandang ke markas Newcastle dalam laga leg 1 babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Saint James' Park, Inggris, Selasa (10/03/2026). (AFP/Paul Ellis)

Kebuntuan baru pecah pada menit ke-86 saat Harvey Barnes sukses membawa Newcastle unggul. Gol tersebut sempat membuat Barcelona berada di ambang kekalahan pada leg pertama.

Namun, drama terjadi di masa injury time. Dani Olmo dilanggar di kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih. Lamine Yamal yang maju sebagai eksekutor berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Hasil tersebut cukup berharga bagi Barcelona mengingat laga ini dimainkan di kandang lawan. Leg kedua nantinya akan digelar di Camp Nou, yang memberi keuntungan tersendiri bagi tim asal Spanyol tersebut.


Flick Soroti Permainan Barcelona

Intensitas permainan tetap terjaga tinggi hingga pengujung paruh pertama. Meski kedua tim saling berganti melakukan percobaan serangan, skor kacamata bertahan hingga jeda turun minum. Tampak dalam foto, gelandang Newcastle United asal Italia, Sandro Tonali (kiri), berebut bola dengan gelandang Barcelona asal Spanyol, Fermin Lopez, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di St James' Park, Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada Selasa 10 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 11 Maret 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Usai pertandingan, Hansi Flick secara jujur menilai performa anak asuhnya masih jauh dari harapan, terutama ketika menguasai bola. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras timnya dalam bertahan.

Menurut Flick, atmosfer St. James’ Park juga menjadi faktor yang membuat timnya kesulitan bermain nyaman.

“Saya lebih puas dengan hasilnya daripada permainannya. Kami tidak bermain baik ketika menguasai bola,” ujar Flick.

“Namun tanpa bola, kami cukup baik. Kami bertahan bersama sebagai sebuah tim dan itu hal yang positif. Bermain di stadion ini tidak mudah dengan tekanan dan atmosfer yang ada. Kami membuat banyak kesalahan karena tekanan tersebut dan kami harus memperbaikinya,” tambahnya.


Fokus ke Liga Spanyol Sebelum Leg Kedua

Hal tersebut berubah seketika menjelang berakhirnya injury time babak kedua ketika Dani Olmo dilanggar di dalam kotak penalti. Wasit pun langsung menunjuk titik putih sebagai hadiah untuk Barcelona. (AP Photo/Jon Super)

Setelah pertandingan ini, Barcelona akan kembali fokus ke kompetisi domestik. Mereka dijadwalkan menghadapi Sevilla dalam lanjutan Liga Spanyol pada akhir pekan.

Setelah itu, Barcelona akan menjamu Newcastle United di Camp Nou pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Laga tersebut akan menjadi penentu siapa yang berhak melangkah ke babak perempat final.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya