Liverpool Kalah Karena Stadion Galatasaray Terlalu Berisik

Liverpool harus menelan kekalahan 0-1 saat bertandang ke markas Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 11 Maret 2026, 09:58 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot, bertepuk tangan kepada para pendukung di akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Galatasaray dan Liverpool, di Istanbul, Turki, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Emrah Gurel)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Bermain di Rams Park, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, The Reds dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1.

Gol cepat yang dicetak Mario Lemina pada menit ketujuh menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Gol itu sekaligus membuat Liverpool pulang tanpa membawa hasil positif dari Turki.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, menilai atmosfer stadion tuan rumah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa timnya. Menurutnya, dukungan suporter Galatasaray yang begitu lantang membuat para pemain di lapangan kesulitan berkomunikasi.


Pengakuan Arne Slot

Selebrasi Mario Lemina dkk. dalam laga Galatasaray vs Liverpool di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (11/3/2026). (AP Photo/Khalil Hamra)

Slot mengakui bahwa Rams Park merupakan salah satu stadion paling menantang bagi tim tamu, baik bagi pemain maupun staf pelatih.

“Ini stadion yang sangat sulit, baik untuk pemain lawan maupun pelatih lawan,” ujar Slot seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

Pelatih asal Belanda itu menjelaskan bahwa kebisingan dari tribun membuat konsentrasi timnya terganggu selama pertandingan berlangsung.

“Sulit untuk tetap fokus dan juga sulit berkomunikasi di lapangan,” kata Slot.

Ia bahkan menyebut Galatasaray sangat beruntung memiliki dukungan fanatik seperti yang terlihat di Rams Park.

“Galatasaray sangat beruntung memiliki atmosfer seperti ini,” tambahnya.


Optimisme Slot

Virgil van Dijk dari Liverpool, kanan atas, dan kiper Galatasaray Ugurcan Cakir berebut bola tinggi saat pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Galatasaray dan Liverpool, di Istanbul, Turki, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Khalil Hamra)

Meski kalah pada leg pertama, Slot tetap optimistis timnya bisa membalikkan keadaan saat menjamu Galatasaray pada leg kedua nanti di Anfield. Ia percaya dukungan suporter Liverpool akan menjadi energi tambahan bagi timnya.

“Kami masih memiliki pertandingan melawan Galatasaray di stadion kami,” ujar Slot.

“Kami memiliki pendukung yang luar biasa yang selalu memberikan kekuatan.”

Menurut Slot, atmosfer Anfield nantinya akan menjadi faktor penting yang dapat membantu Liverpool membalas kekalahan tersebut.

“Mereka akan menunjukkan bahwa ini Anfield, rumah kami, dan itu akan menjadi dorongan besar bagi kami,” tuturnya.


Rekor Liverpool Lawan Galatasaray

Ekspresi Virgil van Dijk dalam laga Galatasaray vs Liverpool di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (11/3/2026). (AP Photo/Khalil Hamra)

Jika melihat catatan sejarah di Liga Champions, Liverpool sebenarnya memiliki rekor cukup baik saat menjamu Galatasaray. Dari dua pertemuan sebelumnya di Anfield, The Reds belum pernah kalah.

Pertemuan pertama terjadi pada fase grup musim 2001/2002 yang berakhir dengan skor imbang 0-0. Sementara pada edisi 2006/2007, Liverpool berhasil mengalahkan Galatasaray dengan skor 3-2 di fase yang sama.

Catatan tersebut bisa menjadi modal kepercayaan diri bagi Liverpool untuk membalikkan situasi pada leg kedua nanti dan menjaga asa melangkah ke perempat final Liga Champions musim ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya