Galatasaray vs Liverpool: Okan Buruk Keluhkan Aturan Kartu UEFA

Galatasaray dan Liverpool akan saling berhadapan pada leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026 yang digelar di Istanbul, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 10 Maret 2026, 14:56 WIB
Penyerang Galatasaray Victor Osimhen menjebol gawang Liverpool melalui titik penalti di Ali Sami Yen Stadium di matchday 2 league phase Liga Champions 2025/2026, Rabu (01/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Francisco Seco)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026 antara Galatasaray dan Liverpool diprediksi berlangsung sengit.

Kedua tim akan saling berhadapan pada leg pertama yang digelar di Istanbul, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, dengan kondisi skuad yang nyaris penuh.

Namun di balik persiapan pertandingan, pelatih Galatasaray Okan Buruk justru melontarkan kritik terhadap aturan kartu kuning UEFA yang menurutnya merugikan timnya menjelang laga penting tersebut.


Tujuh Pemain Galatasaray Terancam Absen

Sayangnya, kemenangan comeback yang diimpikan Juventus pupus. Mereka kecolongan dua gol lewat Victor Osimhen (105+2') dan Baris Alper Yilmaz (119'). (AFP/Isabella Bonotto)

Buruk mengungkapkan kekhawatirannya karena tujuh pemain Galatasaray saat ini berada di ambang skorsing. Mereka telah mengoleksi dua kartu kuning sepanjang fase liga Liga Champions, dan satu kartu tambahan akan membuat mereka otomatis absen pada pertandingan berikutnya.

Sesuai regulasi UEFA, akumulasi kartu kuning akan berujung pada skorsing saat pemain menerima kartu ketiga, kelima, dan ketujuh di kompetisi ini. Catatan kartu baru akan dihapus saat memasuki babak semifinal.

Situasi ini membuat Buruk merasa aturan tersebut perlu diperbarui, mengingat jumlah pertandingan Liga Champions yang kini semakin banyak.

“Seharusnya ada pengurangan terkait kartu kuning setelah memainkan sekitar 10 pertandingan,” kata Buruk dalam konferensi pers jelang laga.

“Memang kartu kuning akan dihapus saat semifinal, tetapi dengan jumlah pertandingan yang meningkat, UEFA perlu mempertimbangkan perubahan aturan. Saat ini tujuh pemain kami berada di ambang skorsing,” lanjutnya.


Victor Osimhen Jadi Salah Satu yang Terancam

Selebrasi striker Galatasaray Victor Osimhen usai menjebol gawang Liverpool di Ali Sami Yen Stadium di matchday 2 league phase Liga Champions 2025/2026, Rabu (01/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Francisco Seco)

Salah satu pemain yang paling disorot dalam daftar tersebut adalah striker andalan Galatasaray, Victor Osimhen. Penyerang asal Nigeria itu tampil tajam sepanjang musim ini dengan mencetak tujuh gol di Liga Champions.

Selain Osimhen, enam pemain lain yang juga berisiko terkena larangan bermain adalah kiper Ugurcan Cakır, bek Ismail Jakobs, Davinson Sanchez, Abdulkerim Bardakcı, winger Roland Sallai, serta penyerang Noa Lang.

Buruk mengakui kondisi ini menjadi dilema tersendiri bagi timnya, terutama karena beberapa pemain yang terancam justru merupakan pilar utama dalam skuad.

“Empat pemain bertahan yang sering bermain di posisi yang sama, kiper kami, dan dua penyerang semuanya berada di ambang skorsing,” ujarnya.


Liverpool Lebih Aman

Pelatih Liverpool, Arne Slot, memberikan instruksi dalam laga Liga Champions melawan Inter Milan di Milan, Italia, Rabu, (10/12/2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Di kubu Liverpool, situasinya relatif lebih aman. Pelatih Arne Slot hanya perlu mewaspadai dua pemain yang berada di situasi serupa, yakni Curtis Jones dan Conor Bradley.

Lanjut Baca:

Meski begitu, laga leg pertama tetap akan menjadi sangat krusial. Setiap pemain yang menerima kartu kuning dalam pertandingan di Istanbul dipastikan akan absen pada leg kedua yang akan digelar di Anfield. Selain itu, Galatasaray juga dipastikan tidak akan mendapat dukungan suporter tandang pada laga balasan nanti setelah UEFA menjatuhkan sanksi larangan membawa fans ke markas Liverpool.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya