Liputan6.com, Jakarta - Sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya dengan menyalurkan pembiayaan yang berfokus pada keberlanjutan (sustainability).
Pembiayaan tersebut mencakup dukungan bagi sektor UMKM serta sektor yang ramah lingkungan di berbagai daerah.
Advertisement
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyatakan bahwa prinsip keberlanjutan ini telah terintegrasi dalam arah strategis jangka panjang BRI sebagai penguatan model bisnis yang resilient.
Orientasi tersebut menjadi langkah awal perseroan untuk memastikan pertumbuhan berjalan selaras dengan agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus memperluas inklusi keuangan.
"Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di BRI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan Bank. Integrasi tersebut memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh stakeholders," kata Aquarius, melansir Antara, Selasa 10 Maret 2026.
Komitmen BRI terhadap keberlanjutan tercermin dalam portofolio bisnisnya yang mendukung aktivitas dengan dampak sosial dan lingkungan. Hingga Desember 2025, nilai sustainable loans BRI tercatat mencapai Rp811,9 triliun, atau sekitar 60,5 persen dari keseluruhan portofolio pinjaman perusahaan.
Portofolio tersebut terdiri atas social loans BRI sebesar Rp 718,7 triliun yang disalurkan kepada pembiayaan mikro, pembiayaan UMKM, hingga pembiayaan perumahan bersubsidi sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan, mendorong kesempatan ekonomi yang merata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BRI Raih Pengakuan ESG dan Lembaga Pemeringkat Global
Selain itu, portofolio green loans BRI tercatat sebesar RP93,2 triliun yang disalurkan untuk berbagai proyek berwawasan lingkungan.
Di antaranya energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan lahan berkelanjutan, transportasi hijau, eco-efficient product, green building, dan proyek berwawasan lingkungan lainnya unntuk mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif.
Dilihat dari sisi pendanaan, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding yang tercatat sebesar Rp45,6 triliun pada akhir Desember 2025.
Komitmen tersebut mendorong agenda keberlanjutan yang sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang menekankan penguatan penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, serta budaya.
BRI juga mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat ESG internasional dengan perseroan yang memperoleh skor 74/100 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global dan tercatat sebagai Sustainability Yearbook Member selama 4 tahun berturut-turut pada periode 2023-2026. Selain itu Sustainalystics menempatkan BRI pada kategori Low ESG Risk dan MSCI memberikan peringkat A.