Konflik Timur Tengah, Pemerintah Bakal Tingkatkan Infrastruktur Penyimpanan BBM

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 09 Maret 2026, 16:30 WIB
Pemerintah Bakal Tingkatkan Infrastruktur Penyimpanan BBM
Di tengah konflik Timur Tengah, pemerintah berencana meningkatkan infrastruktur penyimpanan hingga 3 bulan ke depan. Pembangunan tangki penyimpanan baru untuk meningkatkan daya tampung yang disesuaikan dengan standar internasional, yakni hingga tiga bulan. Diketahui, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia per Maret 2026 dalam kondisi dengan ketahanan operasional berkisar 20–26 hari. Pemerintah menegaskan bahwa angka ini adalah kapasitas penyimpanan (storage) maksimal, bukan tanda darurat.
Seorang petugas mengisi tangki sepeda motor di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di pinggiran Jakarta, Senin 9 Maret 2026. Di tengah konflik Timur Tengah, pemerintah berencana meningkatkan infrastruktur penyimpanan hingga 3 bulan ke depan. (AP Photo/Tatan Syuflana)
Pembangunan tangki penyimpanan baru untuk meningkatkan daya tampung yang disesuaikan dengan standar internasional, yakni hingga tiga bulan. Tampak dalam foto, para pengendara mengantre untuk mengisi tangki mereka di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di pinggiran Jakarta, Senin 9 Maret 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)
Diketahui, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia per Maret 2026 dalam kondisi dengan ketahanan operasional berkisar 20–26 hari. Tampak dalam foto, seorang petugas mengisi tangki sepeda motor di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di pinggiran Jakarta, Senin 9 Maret 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)
Pemerintah menegaskan bahwa angka ini adalah kapasitas penyimpanan (storage) maksimal, bukan tanda darurat. Tampak dalam foto, para pengendara mengantre untuk mengisi tangki mereka di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di pinggiran Jakarta, Senin 9 Maret 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya