Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Asmara Gen Z Episode Senin 9 Maret mengisahkan, Aqeela berdiri di hadapan Michael dan Mayang dengan ekspresi penuh harap. Di dekat mereka, Harry masih berada di tempat yang sama, seolah menunggu keputusan sebelum benar-benar pergi. Dengan nada santai namun sedikit manja, Aqeela bertanya apakah Harry boleh ikut bersama mereka. Ia mengaku sedang ingin ditemani, sehingga merasa lebih nyaman jika Harry turut serta. Michael menatap Harry sejenak, mempertimbangkan permintaan itu. Setelah beberapa detik, ia mengangguk ringan dan mengatakan bahwa mereka bisa saja berangkat bersama. Mendengar jawaban tersebut, Aqeela langsung tersenyum lega.
Sementara itu, di tempat lain, mobil Ken perlahan berhenti di depan rumah Zara. Ken dan Diah turun dari mobil. Begitu pintu terbuka, pandangan Ken langsung tertuju pada Zara yang berdiri tidak jauh dari sana. Wajah Ken terlihat dipenuhi kekhawatiran. Dalam hatinya, ia bertanya-tanya apa sebenarnya yang sedang terjadi pada Zara. Ia ingin sekali mengetahui kebenarannya, tetapi juga merasa bahwa masalah itu mungkin terlalu pribadi untuk dicampuri. Akhirnya Ken hanya menahan rasa penasarannya. Tak lama kemudian, mobilnya kembali melaju meninggalkan rumah tersebut.
Advertisement
Diah segera masuk ke dalam rumah. Kehadirannya langsung menarik perhatian Mohan, Zara, dan Raisa yang sedang berada di ruang tengah. Ketiganya menoleh ke arah Diah. Dengan langkah cepat, Diah mendekati Zara dan langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di rumah Fattah. Zara pun mulai menceritakan semua yang dialaminya. Setelah mendengar penjelasan itu hingga selesai, ekspresi Diah berubah serius. Tanpa menunggu lama, ia berdiri dan langsung menghubungi Amanda melalui telepon, seolah ada sesuatu yang harus segera diselesaikan.
Di tempat lain, Blade dan Matthew berjalan berdampingan. Matthew mengingatkan Blade agar menjalankan misi yang diberikan Axel dengan benar dan tidak membuat kesalahan. Namun tiba-tiba sebuah suara terdengar dari belakang mereka. Dominique muncul dan dengan nada penuh rasa ingin tahu bertanya, misi apa yang sedang mereka bicarakan. Blade dan Matthew seketika berhenti melangkah. Meski kaget, keduanya berusaha tetap terlihat tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Pada saat yang hampir bersamaan, Axel sedang melaju dengan motornya di jalan yang cukup sepi. Ia mengendarai motornya dengan kecepatan stabil. Dari kejauhan, sebuah motor lain muncul dan mendekat. Pengendara itu ternyata Blade. Axel akhirnya menghentikan motornya dan turun. Blade juga melakukan hal yang sama. Dengan tatapan tegas, Axel mengatakan agar Blade membiarkannya pergi. Namun Blade tetap berdiri di tempatnya dan menolak mundur. Ia memerintahkan Axel untuk berhenti. Ketegangan pun meningkat hingga akhirnya keduanya terlibat perkelahian sengit di tengah jalan.