Liputan6.com, Jakarta - Momen bulan suci Ramadan dan jelang Idul Fitri sering kali menjadi titik balik bagi masyarakat Indonesia dalam mengevaluasi prioritas keuangan.
Seiring dengan cairnya Tunjangan Hari Raya (THR), literasi mengenai pengelolaan dana segar tersebut kini diarahkan pada instrumen investasi jangka panjang untuk menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan.
Advertisement
Berdasarkan data dari survei Ramadan yang dirilis oleh YouGov, sekitar 26% masyarakat Indonesia menyatakan rencana untuk mengalokasikan sebagian THR mereka ke dalam instrumen investasi.
Tren positif ini memicu para pelaku industri keuangan global untuk terus memperkuat edukasi mengenai pentingnya diversifikasi aset, terutama pada pasar saham internasional dan Exchange Traded Funds (ETF).
Chief Marketing Officer XTB Indonesia, Aditya Kresna, menekankan bahwa kunci utama dalam berinvestasi adalah kesederhanaan dan manajemen risiko melalui diversifikasi.
"Kami mengambil momentum bulan Ramadan untuk menginspirasi perencanaan keuangan yang lebih cerdas, terlebih ketika banyak orang biasanya lebih konsumtif setelah menerima THR. Dengan berinvestasi secara bertahap dan tidak menempatkan dana pada satu aset saja, investor dapat membangun portofolio yang lebih stabil," ujar Aditya, dikutip Minggu (8/3/2026).
Bagi investor pemula, membangun kebiasaan investasi sering kali terhambat oleh persepsi bahwa dibutuhkan modal besar atau momentum pasar yang sempurna. Namun, para pakar keuangan menyarankan agar investasi dimulai sedini mungkin dengan nominal yang terjangkau.
Investasi secara rutin dan konsisten, atau yang dikenal dengan metode dollar-cost averaging, dinilai lebih efektif dalam memitigasi risiko volatilitas pasar dibandingkan mencoba menebak waktu terbaik untuk masuk ke pasar.
Sebagai langkah awal, dana sebesar USD 15 atau sekitar Rp 250 ribu sudah cukup untuk mulai membangun portofolio di pasar global.
Otomatisasi dan Akses Pasar Global
Untuk mempermudah masyarakat dalam menjaga konsistensi, pemanfaatan teknologi seperti fitur investasi otomatis (auto-invest) menjadi solusi yang kian populer. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyusun rencana investasi yang terstruktur, mencakup berbagai sektor dan indeks pasar global.
Melalui sistem ini, investor dapat mengalokasikan dana secara rutin ke dalam beberapa portofolio yang dipersonalisasi sesuai profil risiko masing-masing. Hal ini bertujuan untuk meredam pengambilan keputusan yang bersifat emosional akibat fluktuasi harga jangka pendek.
Selain itu, guna menarik minat investor baru, penyedia layanan investasi global kini gencar menawarkan program insentif. Salah satunya adalah pemberian unit saham gratis bagi pengguna baru yang memenuhi kriteria tertentu, seperti pembukaan akun dan deposit awal dalam periode terbatas.
Program Edukasi dan Insentif
Sebagai bagian dari kampanye edukasi di bulan Ramadan, aplikasi investasi global XTB menggelar program pemberian saham gratis bagi 2.500 pendaftar pertama yang berlangsung hingga 13 April 2026.
Program ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat untuk mulai mencicipi dinamika pasar modal Amerika Serikat secara langsung.
Dengan kombinasi antara edukasi yang tepat, kemudahan akses teknologi, dan momentum finansial seperti THR, diharapkan masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi penonton di pasar global, tetapi juga mampu mengamankan masa depan keuangan melalui strategi investasi yang disiplin dan terdiversifikasi.