Liputan6.com, Jakarta - Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tersingkir di semifinal All England 2026. Raymond/Joaquin dikalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea.
Raymond/Joaquin ditaklukkan pasangan unggulan satu tersebut dengan dua game langsung 19-21 dan 13-21 dalam 48 menit di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Minggu (8/3) pagi WIB.
Advertisement
Raymond/Joaquin mengawali game pertama kurang baik sehingga 3-7 dari Kim/Seo. Tetapi, pasangan muda ini berbalik memimpin 11-8 setelah mendapat tujuh poin beruntun.
Setelah interval, Raymond/Joaquin masih menjaga keunggulan dengan skor 15-12. Tapi, saat memasuki akhir pertama, Kim/Seo berbalik memimpin 18-16.
Raymond/Joaquin sempat menyamakan skor 19-19. Tapi, dua poin beruntun diraih Kim/Seo sehingga game pertama harus lepas.
Memasuki game kedua, laga ketat hanya terjadi di awal. Setelah itu, Raymond/Joaquin kerap tertinggal dalam perolehan poin dari Kim/Seo.
Usai skor 7-11, Raymond/Joaquin semakin sulit mengejar poin Kim/Seo. Terlebih, pasangan Korea ini semakin solid dan terus menekan Raymond/Joaquin.
Raymond/Joaquin tak mau menyerah begitu saja. Namun, empat poin beruntun yang diraih Kim/Seo akhirnya menyudahi perlawanan mereka.
Dengan tersingkirnya Raymond/Joaqui di semifinal, maka dipastikan wakil Indonesia di All England 2026 habis dan tidak ada yang lolos ke final.
Komentar Raymond/Joaquin
Usai laga, Raymond/Joaquin mengungkapkan penyebab kekalahan dari Kim/Seo. "Di game pertama kami sudah unggul, tetapi tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir," kata Raymond.
"Pada awalnya kami berpikirnya sama-sama di lapangan, sama-sama punya chance untuk menang. Sama-sama punya kans, hanya tergantung memang siapa yang lebih siap. Dan hari ini kami mengakui kekalahan kami, mereka lebih siap hari ini," timpal Joaquin.
Raymond/Joaquin Dapat Pelajaran
Meski harus kalah dari Kim/Seo, Raymond/Joaquin mengaku mendapat banyak pelajaran."Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran," ucap Joaquin.
"Mereka dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Puji Tuhan senang bisa kesampaian lawan mereka."
"Kim/Seo dengan kekonsistenannya, benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir. Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya bisa kami bisa lebih baik ke depannya," tutup Joaquin.