Daftar 10 Saham Top Gainers saat IHSG Tersungkur 2-6 Maret 2026

Berikut 10 saham top gainers saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok di atas 7% pada 2-6 Maret 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 07 Maret 2026, 12:36 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan saham 2-6 Maret 2026. Di tengah koreksi IHSG sepekan, ada 10 saham catat keuntungan terbesar atau top gainers sepekan. Ingin tahu apa saja top gainers sepekan?

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/3/2026), IHSG sepekan tersungkur 7,89% ke posisi 7.585,68. Pada pekan lalu, IHSG berada di posisi 8.235,48.

Selain itu, kapitalisasi pasar saham susut 7,85% menjadi Rp 13.627 triliun dari pekan lalu Rp 14.787 triliun.

Pada pekan ini, seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham consumer siklikal turun 14,73%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi dan logistik susut 12,05%, sektor saham basic materials melemah 11,46%. Kemudian sektor saham industri terpangkas 11,09% dan sektor saham infrastruktur melemah 9,32%.

Lalu sektor saham energi turun 5,02%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 6,82%, sektor saham perawatan kesehatan terpangkas 4,33%, sektor saham keuangan turun 5,46%.

Selanjutnya, sektor saham properti dan real estate melemah 8,97%, sektor saham teknologi susut 8,27%.

Di tengah koreksi IHSG sepekan, ada 10 saham yang catat kenaikan terbesar atau top gainers. Berikut 10 saham top gainers sepekan dikutip dari data BEI:

1.PT Ifishdeco Tbk (IFSH)

Saham IFSH melonjak 81,56% menjadi Rp 3.250 per saham dari pekan lalu Rp 1.790 per saham.

2.PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA)

Saham ESSA melonjak 19,38% menjadi Rp 770 per saham dari pekan lalu Rp 645 per saham.

3.PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Saham ITMG melonjak 18,44% menjadi Rp 26.975 per saham dari pekan lalu Rp 22.775 per saham.

4.PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)

Saham ALKA melonjak 15,79% menjadi Rp 660 per saham dari pekan lalu Rp 570 per saham.

5.PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP)

Saham MKAP melonjak 15,52% menjadi Rp 1.005 per saham dair pekan lalu Rp 870 per saham.

 

Top Gainers Lainnya

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

6.PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Saham PTBA melonjak 14,62% menjadi Rp 2.980 per saham dari pekan lalu Rp 2.600 per saham.

7.PT Koka Indonesia Tbk (KOKA)

Saham KOKA melonjak 14,04% menjadi Rp 260 per saham dari pekan lalu Rp 228 per saham.

8.PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)

Saham KOKA melonjak 14,04% menjadi Rp 260 per saham dari pekan lalu Rp 228 per saham.

9.PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)

Saham SMMT melonjak 12,44% menjadi Rp 1.265 per saham dari pekan lalu Rp 1.125 per saham.

10.PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melonjak 12,08% menjadi Rp 6.725 per saham dari pekan lalu Rp 6.000 per saham.

IHSG Sepekan Merosot 0,44%, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham 23-27 Februari 2026. Analis menilai, koreksi IHSG sepekan didorong sentimen global seperti tensi geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (28/2/2026), IHSG merosot 0,44% menjadi 8.235,48. Pada pekan lalu, IHSG naik 0,7% ke posisi 8.271,76. Sementara itu, kapitalisasi pasar terpangkas 1,03% menjadi Rp 14.787 triliun dari Rp 14.941 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, IHSG melemah 0,44% dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Pergerakannya pun belum mampu menembus moving average (MA) 20 harian.

Herditya mengatakan, koreksi IHSG dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Kedua, terkait ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Ketiga, denga nada kedua hal tersebut meningkatkan kekhawatiran investor dan mendorong peningkatan harga emas dunia.

“Keempat, warning dari S&P perihal risiko fiskal Indonesia,” kata dia, saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian terpangkas 3,72% menjadi 2,95 juta kali transaksi dari 3,06 juta kali transaksi pada pekan lalu. Investor asing mencatat aksi beli saham Rp 4,90 triliun selama sepekan. Pada pekan lalu, investor asing beli saham Rp 2,07 triliun.

Di sisi lain, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian sebesar 25,35% menjadi Rp 29,52 triliun dari Rp 23,89 triliun pada pekan lalu. Kenaikan juga dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI yakni sebesar 8,55% menjadi 51,02 miliar saham dari 47 miliar asham pada pekan lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya