Jelang Hari Raya Idulfitri, Sandiaga Uno Gelar Pelatihan Buat Kue Kering Lebaran

Jelang Hari Raya Idulfitri, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering Lebaran.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 06 Maret 2026, 18:30 WIB
Pelatihan membuat kue kering Lebaran bagi para ibu rumah tangga jelang Hari Raya Idulfitri. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering Lebaran bagi para ibu rumah tangga.

Kegiatan bertajuk 'Resep Viral, Peluang Cuan Maksimal Choco Chips Cookies & Sagu Keju Pandan Gula Aren' tersebut diikuti 51 peserta dan diselenggarakan di Kopi Taman Dinari, Jalan Cilangkap, Tapos, Depok, Kamis 5 Maret 2026.

Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan.

Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat membantu perempuan memiliki kemandirian ekonomi sekaligus menghapus stigma bahwa perempuan hanya berperan di rumah.

"Pelatihan ini bertujuan untuk membuka peluang usaha bagi emak-emak. Jadi emak-emak bisa mandiri, sambut lebaran raup cuan," ujar Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan membuat kue kering dipilih karena dinilai memiliki potensi pasar yang besar menjelang Lebaran. Produk kue kering umumnya memiliki permintaan tinggi pada periode tersebut.

"Momen jelang lebaran ini bisa dimanfaatkan untuk buka usaha, kue kering ini misalnya karena memang permintaan sedang tinggi-tingginya," ucap Sandiaga.

 

Berikan Pendampingan

Diketahui, pada sesi awal program, peserta diajarkan keterampilan membuat dua jenis kue kering, yakni choco chips cookies serta sagu keju pandan gula aren.

Kedua menu tersebut dipilih karena bahan bakunya relatif murah, mudah diperoleh, dan dapat dimodifikasi sesuai kreativitas penjual.

Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pelatihan membuat konten promosi dengan memanfaatkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan, seperti ChatGPT.

Para peserta kemudian ditantang untuk langsung membuka pre-order pada hari yang sama. Hasilnya, terkumpul 161 pesanan untuk kedua produk kue kering tersebut dengan harga jual Rp 60.000 per kemasan.

Dari pesanan tersebut, para peserta berhasil mencatatkan total pendapatan sekitar Rp 9.660.000. Program pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan tatap muka. Setelah sesi awal, peserta akan mengikuti pendampingan intensif selama tiga minggu.

Melalui pendampingan tersebut, peserta dapat berdiskusi langsung dengan para pelatih mengenai berbagai tantangan usaha yang dihadapi, sekaligus memperdalam kemampuan dalam membuat konten promosi serta mengoptimalkan strategi pemasaran digital.

Peserta juga didorong untuk terus mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh, berbagi pengalaman usaha, serta mendapatkan masukan yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan bisnis mereka.

Infografis Mudik Gratis Lebaran 2026 DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya