Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pembahasan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Selasa 3 Maret 2026.
Menurut dia, SBY mendukung penuh Presiden Prabowo dalam mencari solusi permasalah kompleks, termasuk respons atas konflik Timur Tengah.
Advertisement
"Beliau paham tidak mudah, sekali lagi, mungkin yang paling tahu kompleksitas pengambilan kebijakan tertinggi ya beliau-beliau yang pernah menjadi presiden," kata AHY kepada wartawan di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menerangkan, setiap presiden memiliki tantangan yang berbed-beda. Namun, sering kali ujungnya sama yaitu kondisi dilematis dan dihadapkan kondisi yang tak mudah.
"Di satu sisi kita punya kepentingan nasional, punya kepentingan yang harus kita perjuangkan karena demi rakyat dan demi negara kita. Bisa bicara kedaulatan, bisa bicara keamanan, bisa bicara kesejahteraan untuk rakyat kita sendiri," kata AHY.
Menurutnya, Indonesia dihadapkan dengan kepentingan nasional yang harus dijaga, apalagi denga 280 juta penduduknya. Tapi di sisi lain punya tanggung jawab sebagi warga global yang perannya selalu diharapkan.
Dalam pertemuan tersebut, kata AHY, SBY berpesan kepada Prabowo untuk tetap menjaga stabilitas nasional, seperti fiskal, ekonomi, pangan, dan energi.
"Jadi Pak SBY juga mengingatkan atau menyampaikan pesan penguatan kepada Bapak Presiden Prabowo agar terus kokoh memastikan fiskal kita, ekonomi kita aman, energi kita aman, pangan kita aman, tapi juga kemudian kita selalu berupaya untuk turut bersama bangsa-bangsa lainnya mencari solusi agar terjadi perdamaian segera," tuturnya.
Curhat Prabowo ke SBY, JK, sampai Jokowi soal Konflik AS-Israel dengan Iran
Sebelumnya, Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Hassan Wirajuda mengungkapkan isi diskusi Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan presiden-wakil presiden (wapres) di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (3/3/2026).
"Presiden memberikan update briefing tentang berbagai perkembangan terbaru yang terjadi di dunia, khususnya berkaitan dengan yang selama ini sudah menjadi perhatian banyak antara kita, yaitu mengenai yang paling mutakhir tentunya perkembangan perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran," kata dia kepada wartawan usai ikut dalam pertemuan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).
"Didiskusikan implikasinya apa terhadap kita? Terhadap dunia," sambungnya.
Menurut Hasan, Prabowo memberikan penjelasan bagaimana sulitnya posisi Indonesia saat ini yang harus menghadapi pusaran konflik global. Sebab, eskalasi konflik di Timur Tengah tak hanya berdampak pada keamanan dan perdamaian saja, namun juga ekonomi.
"Karena itu didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut supply oil, minyak, dan gas," jelasnya.
"Nah, kita berhitung semua, apa efeknya terhadap kita gitu, dari sisi itu saja. Tapi juga dari sisi kalkulasi berapa lama perang ini akan berlangsung," imbuh Hassan.
Hassan menuturkan Prabowo menilai masalah tersebut harus dikomunikasikan dan diskusikan dengan para tokoh bangsa. Dalam pertemuan itu, Prabowo juga saling bertukar pandangan dengan tokoh bangsa terkait kondisi geopolitik.
"Karena itu Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh Presiden kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini. Dan Presiden sangat terbuka untuk dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta," tutur dia.
Bahas Board of Peace
Selain itu, Prabowo dan para presiden-wapres terdahulu serta tokoh bangsa lainnya juga membahas soal keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Khususnya, pasca serangan AS-Israel terhadap Iran.
"Kita bahas. Tapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir. Apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP. Kita akan berhitung lagi dari sisi itu," pungkas Hassan.