7 Ide Ternak Pakai Uang THR yang Mudah Dimulai dan Panen Cepat

Temukan 7 ide ternak pakai uang THR dengan modal minim yang menjanjikan keuntungan besar dan mudah dimulai.

oleh MirantiDiterbitkan 20 Maret 2026, 21:30 WIB
Ilustrasi Ternak Bebek/Gemini AI

Liputan6.com, Jakarta - Tunjangan Hari Raya (THR) seringkali menjadi momen yang ditunggu-tunggu, namun tak jarang uang tersebut habis begitu saja tanpa memberikan dampak jangka panjang. Padahal, THR bisa menjadi modal awal yang strategis untuk memulai usaha, khususnya di sektor peternakan yang memiliki prospek cerah. Dengan perencanaan yang matang bisnis ternak, uang THR Anda dapat bertransformasi menjadi sumber penghasilan pasif yang terus berkembang.

Memulai bisnis ternak tidak selalu membutuhkan modal besar atau lahan yang luas. Banyak pilihan usaha ternak yang dapat dijalankan dengan investasi awal relatif kecil, bahkan bisa dimulai dari pekarangan rumah. Inilah mengapa 7 ide ternak pakai uang THR ini sangat cocok bagi pemula yang ingin merintis kemandirian ekonomi dan mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam tujuh ide usaha ternak yang dapat Anda pertimbangkan untuk memanfaatkan uang THR. Setiap ide dilengkapi dengan estimasi modal, keunggulan, dan potensi keuntungan, sehingga Anda dapat memilih yang paling sesuai dengan minat dan kondisi Anda. Berikut ulasan Liputan6.com selengkapnya untuk Anda dilansir dari berbagai sumber.

Ternak Ayam Kampung

Ilustrasi Termak Ayam Kampung/Gemini AI

Usaha ternak ayam kampung merupakan pilihan yang sangat menjanjikan. Permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung cenderung stabil dan bahkan terus meningkat, sebab dianggap lebih sehat dan memiliki cita rasa khas dibandingkan ayam ras. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi daging dan telur ayam di Indonesia terus menunjukkan tren positif, menandakan pasar yang luas dan stabil untuk komoditas ini.

Modal awal untuk memulai ternak ayam kampung sangat bervariasi dan bisa disesuaikan dengan skala usaha. Untuk 100 ekor bibit ayam kampung super (Joper) beserta pakan awal, modal berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000. Namun, untuk skala rumahan, Anda bisa memulai dengan modal sekitar Rp300.000 untuk bibit dan pakan, bahkan dengan Rp200.000 sudah bisa beternak 20 indukan. Masa panen ayam kampung super relatif cepat, sekitar 60 hari, sehingga perputaran modal menjadi lebih efisien.

Selain masa panen yang cepat, ayam kampung juga memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit dan produksi telur bisa mencapai 60-100 butir per tahun per ekor. Dagingnya yang gurih sangat disukai pasar lokal, dan pakan bisa dihemat dengan memanfaatkan racikan limbah dapur. Potensi keuntungannya pun menggiurkan; dengan memelihara 500 ekor, keuntungan bersih bisa mencapai Rp27.900.000 dalam 3 bulan, atau sekitar Rp9.000.000 per bulan.

Ternak Lele

Ilustrasi Ternak Lele/Gemini AI

Budidaya ikan lele telah menjadi salah satu ide bisnis yang banyak digandrungi karena membutuhkan modal yang tidak banyak namun menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Lele adalah komoditas yang mudah dipelihara dan dapat bertahan di berbagai iklim, serta bisa dibudidayakan di berbagai wadah seperti kolam terpal, semen, bahkan ember besar.

Modal awal untuk budidaya lele cukup terjangkau, berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp4.000.000, tergantung skala dan jumlah bibit yang diinginkan (misalnya 1.000-3.000 ekor bibit). Bahkan, dengan modal sekitar Rp300.000, Anda sudah bisa membuat kolam terpal serta membeli bibit lele dan pakannya. Estimasi modal untuk 3.000 ekor benih ukuran 5-7 cm adalah Rp1,32 juta.

Keunggulan utama ternak lele adalah siklus panen yang singkat, yaitu sekitar 3-4 bulan, memungkinkan perputaran modal yang efisien dan cepat balik modal. Peluang pasar lele sangat luas dan permintaannya tinggi, dengan benih yang murah dan mudah didapat. Dengan modal sekitar Rp2.000.000 untuk 2.000 ekor lele, omzet bisa mencapai Rp5.000.000 saat panen. Jika 1.000 ekor lele membutuhkan modal sekitar Rp1.200.000, omzet bisa mencapai Rp4.050.000 dengan keuntungan Rp2.250.000.

Ternak Kambing

Ilustrasi Ternak Kambing/Gemini AI

Meskipun sering dianggap membutuhkan modal besar, ternak kambing sebenarnya bisa dimulai dengan modal terbatas dan strategi yang tepat, seperti memanfaatkan limbah dapur dan pertanian sebagai pakan utama untuk menekan biaya. Usaha ini dapat dimulai bahkan hanya dengan 2 ekor kambing.

Modal awal untuk pemula bisa berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000. Namun, untuk skala yang lebih besar, modal awal sekitar Rp10.000.000 sudah mencakup pembelian bibit, pakan, dan kandang. Waktu panen kambing relatif singkat, yaitu dalam kisaran 6 hingga 10 bulan.

Kambing mudah dipelihara dan tidak rewel. Nilai jualnya sangat tinggi, terutama menjelang Idul Adha di mana permintaan meningkat drastis hingga 200%. Selain daging, susu kambing juga memiliki pasar tersendiri karena kandungan gizinya yang tinggi. Potensi keuntungan dari ternak kambing bisa mencapai puluhan juta dalam 6 bulan.

Ternak Burung Puyuh

Ilustrasi Ternak Burung Puyuh/Gemini AI

Ternak burung puyuh merupakan salah satu potensi bisnis peternakan yang menjanjikan karena permintaan pasar akan telur puyuh yang stabil dan kemudahan pemeliharaannya. Puyuh tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga cocok untuk skala rumahan.

Untuk memulai ternak burung puyuh skala rumahan, modal yang dibutuhkan sekitar Rp300.000. Bibit burung puyuh dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp8.000 per ekor, dan biaya kandang bisa diestimasi sekitar Rp200.000. Modal kecil ini memungkinkan siapa saja untuk mencoba usaha ini.

Perawatan burung puyuh tergolong mudah dan cepat berkembang biak. Burung puyuh dapat memproduksi telur di umur 35 hari dan produktif di usia 40-50 hari, dengan satu ekor puyuh bisa menghasilkan 200-300 butir telur per tahun. Keuntungan yang didapat dari ternak puyuh sangat menjanjikan dengan pengeluaran modal yang sedikit.

Ternak Bebek

Ilustrasi Ternak Bebek/Gemini AI

Usaha ternak bebek menjanjikan keuntungan besar, baik dari telur maupun dagingnya, terutama bagi masyarakat pedesaan. Bebek sangat cocok untuk diternak di lokasi umbaran yang luas, menjadikannya pilihan ideal di lingkungan pedesaan.

Modal untuk memulai usaha bebek bisa disesuaikan, bahkan dengan Rp1.000.000 hingga Rp3.000.000 untuk skala kecil. Estimasi total modal untuk 100 ekor bebek petelur bisa mencapai Rp10.000.000, termasuk kandang, bibit, pakan, dan biaya perawatan.

Bebek pedaging dapat dipanen dalam waktu 45 hingga 60 hari. Telur bebek banyak diminati untuk konsumsi rumah tangga dan industri kuliner. Daging bebek memiliki cita rasa khas yang berbeda dan harga jual olahan dagingnya lebih mahal dibandingkan daging ayam. Selain itu, kotoran bebek juga dapat diolah menjadi pupuk kandang. Satu ekor bebek petelur bisa menghasilkan 200-250 telur setiap tahunnya, menghasilkan keuntungan jutaan rupiah.

Ternak Jangkrik

Ilustrasi Ternak Jangkrik/Gemini AI

Budidaya jangkrik cocok sebagai ide usaha ternak rumahan karena tidak membutuhkan lahan luas dan memiliki potensi keuntungan yang besar. Anda bisa menggunakan kotak sederhana dari kayu atau plastik sebagai kandang.

Modal awal untuk ternak jangkrik bisa dimulai dari Rp300.000 untuk bibit dan kandang kecil. Untuk skala yang lebih besar, modal awal sekitar jutaan rupiah. Harga telur jangkrik di pasaran dipatok sekitar Rp150.000 hingga Rp350.000 per kilogram.

Keunggulan jangkrik adalah pakan yang berupa sayuran dan dedak, siklus hidup cepat, dan mudah berkembang biak. Panen bisa didapatkan dalam waktu singkat, sekitar sebulan untuk anakan. Permintaan pasar jangkrik sangat tinggi dan stabil sebagai pakan burung, ikan, reptil, dan hewan peliharaan lainnya. Keuntungan yang didapat dari usaha budidaya jangkrik terbilang cukup besar, dengan harga jangkrik bisa mencapai Rp100.000 per kilogram.

Ternak Kelinci

Ilustrasi Ternak Kelinci/Gemini AI

Bisnis ternak kelinci cukup menjanjikan karena selain bisa dipelihara sebagai hewan lucu, dagingnya juga dicari untuk konsumsi. Usaha ini tidak butuh modal terlalu besar dan bisa dimulai di pekarangan rumah.

Harga bibit kelinci hias berkisar Rp45.000 hingga Rp65.000 per ekor, sedangkan indukan kelinci pedaging sekitar Rp200.000 hingga Rp600.000. Modal awal untuk sepasang kelinci bisa berkisar Rp100.000 hingga Rp150.000, bahkan dengan Rp200.000 Anda sudah bisa memilih sepasang kelinci.

Kelinci adalah salah satu hewan yang paling cepat berkembang biak, dengan masa kehamilan sekitar sebulan dan melahirkan 1-14 anak. Induk kelinci bisa kawin hingga 4-6 kali dalam setahun. Daging kelinci terkenal lezat dan memiliki harga jual tinggi, sementara kotorannya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan pupuk. Omzet dari ternak kelinci hias bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Kelinci pedaging dapat mencapai bobot 2,5 kg dalam waktu 3-4 bulan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja 7 ide ternak pakai uang THR yang menguntungkan?

Tujuh ide ternak yang dapat dimulai dengan uang THR adalah ternak ayam kampung, lele, kambing, burung puyuh, bebek, jangkrik, dan kelinci.

2. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai ternak ayam kampung?

Modal awal untuk ternak ayam kampung bisa dimulai dari sekitar Rp200.000 untuk 20 indukan, atau Rp300.000 untuk skala rumahan, hingga Rp1.500.000-Rp2.000.000 untuk 100 ekor bibit Joper.

3. Mengapa ternak lele dianggap menjanjikan sebagai ide usaha?

Ternak lele menjanjikan karena modal awalnya relatif kecil (mulai Rp300.000), siklus panennya singkat (3-4 bulan), lele tahan banting, dan memiliki peluang pasar yang luas serta permintaan tinggi.

4. Apa keunggulan utama dari ternak kambing?

Keunggulan ternak kambing meliputi kemudahan pemeliharaan, kemampuan memanfaatkan limbah sebagai pakan, nilai jual tinggi terutama menjelang Idul Adha, dan potensi keuntungan puluhan juta dalam 6 bulan.

 5. Apa kunci sukses memulai ternak dari uang THR?

Perencanaan matang, manajemen pakan baik, dan konsistensi dalam perawatan.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya