Liputan6.com, Jakarta - Cuaca buruk yang melanda Kota Sukabumi pada Rabu siang (4/3/2026) memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sedikitnya 21 laporan kerusakan masuk hingga pukul 14.44 WIB, dengan kerusakan atap rumah warga menjadi dampak yang paling mendominasi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Yosep Sabaruddin, mengonfirmasi bahwa terjangan angin kencang kali ini tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Baros, Cibeureum, hingga Lembursitu.
Advertisement
Selain dampak pada hunian warga, BPBD juga memprioritaskan evakuasi pohon tumbang yang sempat melumpuhkan akses di beberapa jalur protokol.
Titik-titik krusial seperti Jalan Lingkar Selatan depan Kelurahan Jayaraksa, Jalan Letda T. Asmita depan SDN Tonjong, hingga area di depan Polsek Baros langsung ditangani oleh petugas guna mencegah kemacetan panjang.
"Hingga pukul 14.44 WIB, fokus utama kami adalah evakuasi pohon tumbang yang menghalangi akses jalan serta mendata kerusakan bangunan. Petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat," ujar Yosep Sabaruddin dalam keterangannya.
Data laporan menunjukkan bahwa kerusakan atap rumah warga terjadi secara masif. Di wilayah Baros saja, terdapat setidaknya empat titik kerusakan atap di RT 03, 02, dan area perumahan Baros Kencana.
Sementara itu, di Kelurahan Lembursitu, dilaporkan satu unit atap rumah warga di Kp. Bojong Loa roboh akibat tidak kuat menahan terpaan angin.
Yosep menambahkan bahwa persebaran kerusakan juga mencakup wilayah Sukakarya, Cibeureum Hilir, Nanggeleng, hingga Cikundul.
"Kami menerima laporan dampak hujan dan angin kencang di 21 titik hingga siang ini. Koordinasi dengan aparat kewilayahan terus dilakukan guna mempercepat proses evakuasi," imbuhnya.
Peringatan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Menyikapi situasi ini, BPBD Kota Sukabumi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di area rawan pohon tumbang atau memiliki struktur atap bangunan yang sudah tua.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Pastikan untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat," sambung dia.
Pihak BPBD juga menyiagakan layanan kontak darurat di nomor 0823-7788-8112 bagi warga yang membutuhkan penanganan bencana segera.