Sekjen Kemendagri Minta Pemda Tetap Waspada dan Jaga Pasokan Komoditas di Pasar hingga Lebaran

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir meminta seluruh jajaran Pemda untuk tetap waspada dan menjaga ketersediaan pasokan komoditas hingga Lebaran.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 08 Maret 2026, 10:30 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta seluruh jajaran Pemda untuk tetap waspada dan menjaga ketersediaan pasokan komoditas di pasar hingga Idulfitri.

"Kita pertahankan sampai dengan hari raya Idulfitri," ujar Tomsi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026, melansir Antara.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Program Tiga Juta Rumah dan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Kantor Kemendagri, Jakarta.

Tomsi juga menilai. pemerintah daerah (pemda) berhasil mengendalikan inflasi komponen harga pangan bergejolak menjelang bulan suci Ramadhan 2026

Ia juga meminta kepala daerah agar proaktif merespons anomali kenaikan harga komoditas di wilayahnya dengan turun langsung ke pasar. Ia mengatakan, Pemda dapat meniru strategi daerah tetangga dalam mengendalikan inflasi.

"Dengan demikian, tidak ada daerah yang berdekatan memiliki capaian inflasi yang berbeda secara ekstrem," ucap Tomsi.

Tomsi juga memberikan peringatan keras kepada oknum distributor yang sengaja mempermainkan harga bahan pokok di tengah masyarakat.

Ia meminta Pemda beserta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, termasuk mencabut izin usaha pihak-pihak yang terbukti melakukan kejahatan ekonomi dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

"Jangan ragu-ragu. Ya, sudah saatnya kita bertindak tegas," terang Tomsi.

Di samping itu, Tomsi mengapresiasi kinerja seluruh kementerian, lembaga, dan Pemda karena mayoritas harga komoditas utama masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Menurutnya, kondisi harga pangan pada Ramadan tahun ini dinilai jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tahun 2025.

"Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang sudah berusaha sekeras-kerasnya," tutup Tomsi.

 

Kemenekraf Gelar Bazar Ramadan Lhokseumawe, Perluas Akses UMKM dan Perkuat Ekonomi Daerah

Menteri Ekonomi Kreatif (MenEkraf) Teuku Riefky Harsya, meninjau tenan UMKM yang ada di Bazar Ramadan 2026 di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Aceh. (Antara)

Sebelumnya, Kemenekraf atau Kementerian Ekonomi Kreatif bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe menyelenggarakan Bazar Ramadan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah serta memperluas akses promosi dan pasar bagi UMKM lokal.

"Ekonomi kreatif adalah penggerak ekonomi masa depan yang memberi kontribusi terhadap pendapatan daerah, membuka lapangan pekerjaan, memutar roda ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sinilah dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak untuk mendukung Bazar Ramadan 2026," ujar Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat 27 Februari 2026, melansir Antara.

Dia menjelaskan, dengan mengusung tema 'Ramadan Berkah, Ekonomi Kreatif Tumbuh', kegiatan ini diarahkan untuk memperluas akses promosi dan pasar bagi pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

Bazar yang berlangsung dari 25 Februari–1 Maret 2026 di Lapangan Hiraq, sekaligus menghadirkan ruang interaksi produktif antara pelaku ekraf dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Menekraf mengatakan Bazar Ramadan 2026 tak sekadar menjadi tempat berkumpul atau bersilaturahmi di bulan suci Ramadhan, tetapi juga memperkenalkan brand-brand lokal dari Lhokseumawe agar dapat tumbuh menembus pasar nasional dan selanjutnya merambah pasar global.

"Saya berharap Bazar Ramadan tidak berhenti sebagai kegiatan musiman, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi masyarakat serta membuka lebih banyak peluang usaha ke depan," ucap Teuku Riefky.

 

Dihadiri Berbagai Pihak dan Banyak Stan

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Debby Alifah Maulida).

Hadir pula dalam acara tersebut Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar yang mengatakan kegiatan Bazar Ramadan 2026 juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif UMKM pascabencana serta memulihkan denyut ekonomi daerah sebagai ruang aktivitas ekonomi dan syiar Ramadhan.

Adapun pembukaan Bazar Ramadan 2026 ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional khas Aceh, Rapai, serta dimeriahkan penampilan tarian tradisional dan nasyid. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 30 anak yatim.

Menteri Ekraf bersama Wali Kota Lhokseumawe turut meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk-produk inovatif, sekaligus memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk terus menguatkan gerakan ekonomi masyarakat.

Selain aktivitas transaksi, Bazar Ramadan 2026 juga diramaikan berbagai agenda sosial dan keagamaan. Tersedia panggung kreativitas dan dakwah, serta beragam lomba bernuansa religi, seperti lomba adzan, hafalan ayat pendek, da’i cilik, dan Tahfiz Al-Qur’an.

Infografis Jadwal hingga Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya