Liputan6.com, Jakarta - Bursa kripto Bybit mengungkap berhasil mencegah kerugian investor hingga USD 300 juta akibat penipuan kripto pada kuartal keempat 2025. Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting dalam program peningkatan keamanan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diluncurkan perusahaan.
Dikutip dari Bitcoin.com, Kamis (5/3/2026), Bybit memaparkan hasil tersebut melalui Security Initiative 2025, sebuah inisiatif keamanan yang dibangun dengan model perlindungan berbasis risiko dinamis atau Dynamic Risk-Based protection model.
Advertisement
Kerangka sistem ini memperkenalkan mekanisme perlindungan penarikan dana dengan tiga lapisan keamanan yang dirancang untuk menghentikan aktivitas penipuan sebelum dana benar-benar keluar dari platform.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kasus kejahatan di industri kripto.
Data dari perusahaan analisis blockchain Chainalysis menunjukkan bahwa penipuan dan kejahatan kripto menyebabkan kerugian investor hingga USD 17 miliar sepanjang 2025.
Bybit menggunakan sistem yang disebut Triple-Tier Fraudulent Defense Framework, yang mengelompokkan risiko penarikan dana ke dalam tiga kategori, yakni rendah, menengah, dan tinggi.
Sistem ini memanfaatkan sinyal peringatan dini untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Misalnya, sistem dapat mengidentifikasi pola transaksi yang tidak biasa, seperti penarikan dana dalam jumlah besar ke alamat kripto baru.
Untuk risiko menengah, sistem akan memicu peringatan secara langsung, terutama jika akun pengguna terkait dengan kebocoran kredensial atau alamat dompet kripto yang sebelumnya telah ditandai mencurigakan.
Sementara pada risiko tinggi—misalnya ketika transaksi terkait dengan skema penipuan yang telah dikonfirmasi seperti “pig butchering scam”—sistem akan langsung memblokir penarikan dana.
Dalam kondisi tersebut, pengguna juga akan dikenakan periode pendinginan (cooling-off period) selama satu jam sebelum dapat kembali melakukan transaksi.
Dampak dari sistem keamanan ini cukup signifikan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Blokir 3 Juta Percobaan Pencurian
Pada kuartal keempat 2025 saja, sekitar USD 500 juta transaksi penarikan dana terdeteksi berisiko oleh sistem Bybit.
Dari jumlah tersebut, sekitar USD 300 juta berhasil dicegah, sehingga melindungi lebih dari 4.000 pengguna dari potensi kerugian.
Model AI yang digunakan Bybit juga berhasil mengidentifikasi sekitar 350 alamat kripto berisiko tinggi, yang pada akhirnya melindungi sekitar 8.000 pengguna dari kemungkinan penipuan.
Selain itu, sepanjang 2025 Bybit juga berhasil memblokir lebih dari 3 juta percobaan pencurian akun (credential-stuffing attacks).
Perusahaan juga menggunakan teknologi pelacakan lintas blockchain untuk membekukan sekitar USD 4,32 juta dana yang terkait aktivitas ilegal, sekaligus membantu 335 korban mendapatkan perlindungan.
Bybit juga menekankan pentingnya kerja sama antar pelaku industri dalam memerangi penipuan kripto.
Platform ini mengintegrasikan data intelijen dari sejumlah perusahaan analitik blockchain seperti TRM Labs, Elliptic, dan Chainalysis guna berbagi sinyal penipuan secara terstandarisasi.
Di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap bursa kripto, langkah keamanan proaktif seperti ini dinilai dapat menjadi faktor penting dalam persaingan industri.
Dalam kondisi ketika penipuan kripto mencapai level tertinggi, upaya pencegahan kini menjadi aspek paling penting dalam menjaga kepercayaan investor.