Liputan6.com, Jakarta - Pemanjat tebing Amerika Serikat, Sam Watson, peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 dan pemegang rekor dunia speed climbing, berbagi cerita inspiratifnya tentang pengalaman berpuasa di Ramadan 2025.
Sebagai non-Muslim, ia bergabung dengan teman-teman atlet panjat tebing Tanah Air seperti Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin di Indonesia. Pengalaman ini tidak hanya mempererat persahabatan lintas budaya, tapi juga meningkatkan performa latihannya.
Advertisement
Ide ini muncul saat Watson berlatih di Jakarta pada Oktober 2024. Melihat kedekatannya dengan tim Indonesia, yang punya budaya kebersamaan kuat seperti saudara, ia terpikat untuk ikut puasa Ramadan.
"Mereka luar biasa ramah, saling dukung, dan merayakan pencapaian satu orang sebagai kemenangan tim," ujar Watson dikutip situs resmi Olimpiade.
Inspirasi Sam Watson
Watson bukan pemula soal puasa. Dia pernah mencobanya di 2022. Kali ini, ia terinspirasi oleh teman Muslim di Indonesia dan idola speed climbing asal Iran, Reza Alipour Shenazandifard. Selama seminggu puasa, Watson sadar manfaatnya bagi atlet
"Setelah buka (iftar) dengan makanan ringan, saya latih fokus saya di dinding panjat. Efisiensi training saya melonjak 10/10! Konsentrasi saya tajam, dan efeknya bertahan berbulan-bulan," katanya
Teknik panjat atlet Indonesia juga jadi inspirasi. "Mereka sangat mahir secara teknis, dorongan latihannya gila-gilaan. Saya harus adaptasi, tapi budaya brotherhood mereka bikin semuanya menyenangkan," tambahnya.
Keinginan Watson Puasa Lagi
Puasa memberi Watson waktu refleksi total. Tanpa makan siang, hari terasa milik diri sendiri meski tetap kerja atau latihan ringan. "Saya nikmati prosesnya, duduk memikirkan segalanya," katanya.
Tapi dia memiliki tantangan nyata di AS. Gym tutup malam hari, beda dengan negara Timur Tengah yang buka sampai dini hari.
Awalnya, Watson berencana puasa penuh Ramadan 2026, tapi jadwal kuliah dan kompetisi menghalangi.
"Pengalaman seru dan memperkaya, tapi tahun ini timingnya kurang pas. Suatu saat, saya mau ke negara mayoritas Muslim, puasa lengkap, dan rayakan Idul Fitri di sana," pungkasnya.