Cegah Kasus Campak, Pramono Anung Galakkan Vaksinasi Lewat Posyandu

Pramono menyatakan upaya ini dilakukan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap penyakit campak serta munculnya kelompok masyarakat yang menolak vaksin.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 04 Maret 2026, 13:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggalakkan vaksinasi campak melalui penguatan peran Posyandu hingga tingkat wilayah sebagai langkah pencegahan penyebaran campak di ibu kota.

“Kalau pertanyaan campak itu, maka vaksinasi akan kami galakkan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Pramono menyatakan upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap penyakit campak serta munculnya kelompok masyarakat yang menolak untuk divaksin.

Menurut dia, Posyandu menjadi garda terdepan pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak, guna meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.

“Kemarin kebetulan barusan dilantik tim Posyandu pada tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, maka salah satu tugas utamanya adalah mensosialisasikan vaksin,” ungkapnya.

Ia menyampaikan Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah memprioritaskan penanganan terhadap dua persoalan kesehatan utama, yakni stunting dan Tuberkulosis (TBC). Dua penyakit ini disebut masih menjadi tantangan di wilayah perkotaan.

“Di Jakarta ini saya menyoroti ada dua hal yang menjadi konsentrasi Pemerintah DKI Jakarta yang berkaitan dengan kesehatan, yang pertama adalah TBC, yang kedua adalah stunting,” kata Pramono.

 

Pramono Bantah Gaji Nakes Jakarta Tak Pernah Naik 10 Tahun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal kabar yang menyebut bahwa gaji tenaga kesehatan (nakes) di ibu kota tidak pernah mengalami kenaikan selama 10 tahun terakhir. Pramono membantah klaim tersebut.

Menurut Pramono, gaji nakes di DKI Jakarta baik yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumah sakit (RS) yang ada di Jakarta.

"Gaji nakes yang ada di Jakarta sebenarnya yang ada di PPPK ya, apakah itu juga kalau ASN kan pasti naik. Yang di PPPK kita, saya mendapatkan laporan sebenarnya sudah lebih tinggi daripada hospital-hospital atau rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta, kecuali di Pondok Indah," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Senin 2 Maret 2026.

 

Pastikan Kondisi Sebenarnya

Meski begitu, Pramono menyampaikan akan kembali menelaah data yang ada ihwal persoalan gaji nakes yang disebut tidak pernah mengalami kenaikan tersebut. Dia bakal memastikan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

"Karena itu kan tidak mungkin tidak ada kenaikan sama sekali. Tapi saya untuk lebih jelasnya saya akan pelajari untuk itu," terang dia.

Sebelumnya, persoalan gaji tenaga kesehatan atau Nakes Jakarta yang belum naik selama 10 tahun terakhir disorot Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian Untayana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya