Jangan Anggap Sepele, Tekanan Angin Ban Kurang Bisa Picu Ban Meledak Saat Mudik

Banyak pemilik mobil merasa kondisi ban masih layak hanya karena tampilan fisiknya terlihat baik. Padahal, belum tentu tekanan anginnya sesuai

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 04 Maret 2026, 15:20 WIB
Isi Ban Angin Mobil (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Periode mudik Lebaran semakin dekat. Bagi masyarakat yang berencana pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi, persiapan mobil menjadi hal wajib yang tidak boleh diabaikan.

Salah satu komponen penting yang harus mendapat perhatian khusus adalah ban. Pereli Indonesia, Julian Johan, mengingatkan para pemudik untuk memastikan kondisi ban dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.

Pria yang akrab disapa Jeje ini menegaskan, ban menjadi faktor krusial dalam keselamatan dan kelancaran perjalanan mudik.

"Karena ban ini menjadi salah satu faktor yang menentukan, apakah akan bisa berjalan dengan lancar atau enggak. Karena tidak sedikit orang mudik terkendala karena masalah ban," kata Jeje seperti dilansir dari ANTARA, Rabu (4/3/2026).

Menurut Jeje, banyak pemilik mobil merasa kondisi ban masih layak hanya karena tampilan fisiknya terlihat baik. Padahal, belum tentu tekanan anginnya sesuai rekomendasi pabrikan.

"Banyak orang saat mau mudik itu bannya terlihat masih baik, tapi tekanan anginnya kurang atau bahkan yang lebih sering lebih," ujarnya.

Ia menjelaskan, tekanan angin yang tidak sesuai standar pabrikan dalam jangka waktu lama bisa membuat kondisi ban tidak lagi optimal, meski secara kasat mata terlihat normal.

"Sebenarnya ban itu belum tentu kondisinya masih sehat, kalau misalnya selama ini tekanan angin kita itu tidak sesuai (aturan pabrikan)," kata dia.

Karena itu, sebelum mudik Lebaran, pemilik kendaraan disarankan mengecek tekanan angin menggunakan alat pengukur (tire pressure gauge) dan menyesuaikannya dengan rekomendasi yang tertera di buku manual atau pilar pintu pengemudi.

Jeje mengingatkan, tekanan angin yang melebihi anjuran pabrikan bukan berarti lebih aman. Justru, kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

"Itu yang berisiko, mobil itu lebih mudah lepas kendali atau melintir, terutama saat hujan, ditambah dengan kondisi muatan yang penuh seperti itu. Jadi, bagaimanapun juga tekanan angin itu tidak boleh berlebih," jelasnya.

Tekanan berlebih membuat tapak ban tidak mencengkeram permukaan jalan secara maksimal. Saat hujan, risiko aquaplaning pun meningkat, apalagi jika kendaraan membawa muatan penuh khas perjalanan mudik.

Tak hanya tekanan berlebih, tekanan angin yang kurang dari rekomendasi juga berbahaya, terlebih saat mobil membawa banyak penumpang dan barang.

 

Pemicu Ban Meledak

Menurut Jeje, tekanan kurang bisa menyebabkan ban bekerja lebih keras, memicu panas berlebih, dan berujung pecah ban.

"Tekanan anginnya kurang itu akibat mobilnya overload, baik secara penumpang ataupun secara barang. Tekanan angin yang kurang itu yang berpotensi ban meledak," ungkapnya.

Ia pun meluruskan anggapan yang kerap beredar di masyarakat.

"Jadi ban meledak itu bukan karena anginnya kelebihan, tapi karena anginnya kurang," tambah Jeje.

Nah, agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Cek tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan

2. Periksa ketebalan tapak ban, pastikan belum mencapai batas TWI (Tread Wear Indicator)

3. Pastikan tidak ada retak atau benjolan pada dinding ban

4. Sesuaikan tekanan angin dengan beban kendaraan, terutama jika membawa muatan penuh

5. Jangan lupa periksa ban cadangan.

Dengan persiapan matang, termasuk memastikan kondisi ban optimal, perjalanan mudik Lebaran menggunakan mobil pribadi bisa berlangsung lebih aman, nyaman, dan minim kendala di jalan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya