Cesc Fabregas Siap Guncang Inter di Semifinal Coppa Italia: Sudah Makan Siang Bareng Bodo/Glimt

Cesc Fabregas pelajari metode Bodo/Glimt jelang Como vs Inter di semifinal Coppa Italia 2025/2026. Strategi nutrisi dan teknologi jadi senjata rahasia.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 03 Maret 2026, 17:20 WIB
Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Como bersiap menghadapi ujian terbesar musim ini. Anak asuh Cesc Fabregas akan menjamu Inter Milan pada leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026 di Stadio Sinigaglia, Rabu (4/3) pukul 03.00 WIB.

Inter datang sebagai favorit kuat. Nerazzurri unggul 10 poin di puncak Serie A dan memenangi 13 dari 14 laga liga terakhir.

Pasukan Simone Inzaghi juga tak terkalahkan dalam 15 pertandingan Serie A terakhir. Delapan kemenangan beruntun menegaskan konsistensi mereka.

Namun, Cesc Fabregas tidak tinggal diam. Pelatih Como itu mencari inspirasi dari satu tim yang pernah membuat Inter tak berdaya: Bodo/Glimt.


Fabregas dan Inspirasi dari Bodo/Glimt

Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Inter pernah dikalahkan kandang dan tandang oleh Bodo/Glimt di babak play-off Liga Champions. Agregat 5-2 menjadi bukti pendekatan taktis yang efektif.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Fabregas mempelajari detail permainan klub Norwegia itu secara mendalam. Ia bahkan mengundang staf Bodo/Glimt untuk makan siang bersama pekan lalu.

Fokusnya bukan hanya taktik di lapangan. Fabregas ingin bertemu ahli gizi dan staf kebugaran mereka untuk memahami metode persiapan fisik pemain.

Baik Como maupun Bodo/Glimt menggunakan aplikasi untuk mencatat asupan makanan pemain saat jeda kompetisi. Data itu membantu staf memantau nutrisi dan menjaga kebugaran secara presisi.


Teknologi, Detail, dan Ambisi Sejarah Como

Bek Como asal Jerman Marc Oliver Kempf merayakan gol pertamanya bersama rekan satu timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada 19 Oktober 2025. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Fabregas juga meningkatkan pendekatan teknologi di pusat latihan. Ia meminta pemasangan layar besar untuk menampilkan pergerakan pemain secara real-time melalui drone.

Metode ini memungkinkan evaluasi taktik dilakukan langsung di lapangan. Koreksi posisi dan struktur bisa diberikan tanpa menunggu sesi analisis video konvensional.

Pendekatan serupa pernah diterapkan Luis Enrique di PSG. Musim lalu, PSG menghancurkan Inter 5-0 di final Liga Champions dengan pendekatan organisasi dan intensitas tinggi.

Como sendiri tengah menikmati musim terbaik dalam sejarah Serie A mereka. Klub promosi itu tidak hanya bersaing di papan atas, tetapi juga menembus semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya