Zona Degradasi Serie A Membara: Pisa dan Verona Terpuruk, Fiorentina Terjebak di Ujung Jurang

Persaingan zona degradasi Serie A 2025/2026 makin panas. Pisa dan Verona tertinggal, sementara Fiorentina, Lecce, dan Cremonese saling sikut hindari Serie B.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 03 Maret 2026, 16:51 WIB
Kiper timnas Indonesia, Emil Audero, mengalami nasib yang cukup sial saat menjalani pertandingan membela Cremonese melawan Inter Milan. Kiper Timnas Indonesia itu terkena petasan yang dilemparkan dari tribun suporter I Nerazzurri. (AFP/Piero Cruciatti)

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan papan atas Serie A 2025/2026 terlihat timpang. Inter Milan unggul 10 poin atas AC Milan di puncak klasemen. Namun, drama sesungguhnya justru terjadi di zona degradasi.

Hingga pekan ke-27, situasi papan bawah sangat panas. Setiap poin bernilai krusial. Selisih tipis membuat posisi klasemen mudah berubah.

Hellas Verona dan Pisa menjadi tim paling tertekan. Keduanya baru mengoleksi 15 poin dari 27 laga. Jarak sembilan poin dari zona aman terasa berat.

Di atas mereka, perebutan satu tempat terakhir menuju Serie B masih terbuka. Empat tim berada dalam radius tiga poin dan saling mengintai.


Pisa dan Verona di Ambang Degradasi

Penyerang InterMilan asal Argentina #10, Lautaro Martinez (tengah) berebut bola dengan gelandang Pisa asal Swiss #20, Michel Aebischer (kiri), dalam pertandingan Serie A Italia antara Pisa dan Inter Milan di Garibaldi Romeo Anconetani Arena, Pisa, pada 30 November 2025. (Isabella BONOTTO/AFP)

Pisa dan Hellas Verona berada dalam posisi paling sulit. Dengan 15 poin, keduanya tertinggal jauh dari pesaing langsung. Secara matematis masih mungkin bertahan, tetapi margin kesalahan nyaris nol.

Serie A hanya menyediakan tiga slot degradasi dari 20 tim. Artinya, dua posisi terbawah saat ini nyaris terkunci jika tren tak berubah.

Hasil pekan ke-27 memperlebar jarak tersebut. Kemenangan Torino atas Lazio ikut memengaruhi konfigurasi klasemen bawah.

Kini Genoa mengoleksi 27 poin dan relatif lebih aman. Sementara itu, tekanan terbesar justru mengarah ke tim-tim dengan 24 poin.


Fiorentina, Lecce, dan Cremonese Saling Sikut

Pemain AC Milan Matteo Gabbia melompat untuk menyundul bola pada laga Serie A/Liga Italia antara Fiorentina vs Milan di Florence, Italia, Minggu, 11 Januari 2026. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Fiorentina, Cremonese, dan Lecce sama-sama mengumpulkan 24 poin. Mereka berada tepat di atas garis merah. Selisih gol menjadi penentu sementara.

The Viola sempat menjauh dalam beberapa pekan terakhir. Namun inkonsistensi membuat mereka kembali terseret. Kini mereka hanya unggul selisih gol dari zona degradasi.

Regulasi Serie A menambah tensi persaingan. Jika dua tim finis dengan poin sama, mereka akan memainkan laga play-off khusus untuk menentukan nasib.

Jika tiga tim atau lebih memiliki poin identik, akan dibuat klasemen mini berdasarkan rekor head-to-head. Dua tim terbawah dari tabel tersebut akan masuk play-off.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya