Penjualan BYD Februari 2026 Terjun Bebas 41 Persen

BYD merilis data penjualan pada Februari 2026, yang menunjukan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total penjualan kendaraan energi

oleh Arief AszhariDiterbitkan 03 Maret 2026, 18:19 WIB
BYD juga Pamer Teknologi dan Ekosistem Kendaraan Listrik (ist)

Liputan6.com, Jakarta - BYD merilis data penjualan pada Februari 2026, yang menunjukan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total penjualan kendaraan energi baru (NEV) pada bulan tersebut, hanya mencapai 190.190 unit, turun sekitar 41,1 persen dibandingkan Februari 2025.

Berdasarkan data dari Autohome, angka ini juga lebih rendah 9,5 persen dibanding penjualan pada Januari 2026, yang mencapai 210.051 unit.

Turunnya penjualan dikaitkan dengan periode libur Tahun Baru Imlek 2026, yang berlangsung dari 15 hingga 23 Februari.

Libur yang lebih panjang dibanding tahun sebelumnya, membuat hari kerja dan waktu pengiriman kendaraan berkurang, sehingga berdampak pada realisasi penjualan bulan ini.

Dari total penjualan Februari, hampir seluruhnya berasal dari segmen kendaraan penumpang NEV, yakni 187.782 unit, yang juga mengalami penurunan sekitar 41 persen secara tahunan.

Di sisi lain, pengiriman unit ke luar negeri justru meningkat. Jumlah ekspor mencapai 100.600 unit, melonjak lebih dari 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dan menjadi bulan keempat berturut-turut BYD menembus angka ekspor di atas 100 ribu unit.

Performa penjualan menurut jenis kendaraan juga menunjukkan tren menurun. Kendaraan plug-in hybrid (PHEV) masih lebih banyak terjual daripada battery electric vehicle (BEV), namun keduanya mencatat penurunan masing-masing 44 persen dan 36 persen dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, segmen kendaraan komersial juga turun tajam dengan 2.408 unit terjual, turun hampir 48 persen tahun-ke-tahun.

Kondisi Pasar yang Melambat

Selain tekanan dari libur panjang, pertumbuhan penjualan domestik juga dipengaruhi oleh perubahan kebijakan, termasuk pengenaan pajak pembelian 5 persen untuk NEV yang mulai berlaku sejak awal 2026.

Menanggapi kondisi pasar yang melambat, BYD meluncurkan program pembiayaan dengan bunga rendah hingga tujuh tahun untuk merangsang permintaan konsumen.

Perusahaan juga bersiap memperkenalkan sejumlah teknologi baru dan model kendaraan untuk membantu pemulihan penjualan di sisa tahun ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya