Chelsea Tumbang di Markas Arsenal, Liam Rosenior Soroti Kelemahan Anak Asuhnya

Kekalahan Chelsea dari Arsenal membuat pelatih Liam Rosenior geram.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 02 Maret 2026, 16:00 WIB
Striker Chelsea asal Brasil bernomor punggung 20, Joao Pedro (ke-4 dari kanan), menyundul bola di depan gawang yang berhasil diselamatkan oleh kiper Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 1, David Raya (ke-3 dari kiri), selama pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates di London pada 1 Maret 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan Chelsea dari Arsenal di Stadion Emirates, Senin (2/2/2026) dini hari WIB, menjadi sorotan pelatih Liam Rosenior. Dia memberi penilaian yang sangat keras terhadap performa timnya sendiri.

Pertandingan pekan ke-28 Liga Inggris ini memperlihatkan dominasi Arsenal yang berhasil memanfaatkan kelemahan mendasar di lini pertahanan Chelsea, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati yang berujung pada gol William Saliba dan Jurrien Timber.

Meskipun sempat menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Piero Hincapie di akhir babak pertama, Chelsea gagal mempertahankan momentum setelah insiden kartu merah yang menimpa Pedro Neto dan puncaknya adalah dianulirnya gol penyama kedudukan dari Liam Delap pada masa injury time karena posisi offside.


Bola Mati Jadi Penyebab?

Dua gol Arsenal dicetak oleh William Saliba (21') dan Jurrien Timber (66'). Sementara satu gol Chelsea dilesatkan didapatkan dari gol bunuh diri Piero Hincapei pada menit ke-45+2. (AP Photo/Alastair Grant)

Fokus utama dari kritik Liam Rosenior adalah ketidakmampuan para pemainnya dalam menjalankan instruksi pertahanan saat menghadapi tendangan sudut. Kedua gol Arsenal lahir dari situasi bola mati, yang menurut Rosenior telah dilatih secara intensif sepanjang pekan di tempat latihan.

“Saya merasa sebagai sebuah tim, kami tidak belajar dari kesalahan minggu lalu. Kebobolan dua gol dari bola mati yang akhirnya membuat kami kalah dan mendapat kartu merah sungguh mengecewakan,” katanya.


Krisis Disiplin dan Kartu Merah

Laga tersebut juga diwarnai dengan satu kartu merah untuk pemain Chelsea, Pedro Neto akibat akmulasi dari dua kartu kuningnya. (AFP/Adrian Dennis)

Selain bola mati yang memperburuk situasi Chelsea dalam laga ini, masalah disiplin pemain kembali muncul ke permukaan.

Diusirnya Pedro Neto setelah menerima dua kartu kuning hanya dalam rentang waktu tiga menit membuat Chelsea harus bermain dengan sepuluh orang di sisa waktu pertandingan.

“Ini mengecewakan bagi Pedro, karena dia pemain yang sangat bagus dan kami menginginkannya di lapangan. Dan hal ini membuat kami frustasi, kami akan merindukannya saat melawan Aston Villa,” ungkap Rosenior.


Dampak di Klasemen Premier League

Joao Pedro dikawal ketat Gabriel Magalhaes dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal di Emirates Stadium, 1 Maret 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Hasil ini menjadi mimpi buruk bagi posisi Chelsea di klasemen sementara Premier League. Mereka tertahan di peringkat keenam dan semakin tertinggal dalam persaingan memperebutkan tiket Liga Champions musim depan.

Sebaliknya, kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Arsenal di puncak klasemen dengan keunggulan lima poin atas pesaing terdekat Manchester City.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya