Try Sutrisno dan Segala Kenegarawanannya yang Membekas di Ingatan Wiranto

Di mata Wiranto, Try Sutrisno adalah negarawan yang paripurna dengan segala kesederhanaannya.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 02 Maret 2026, 11:39 WIB
Wakil Presiden ke 6 Try Sutrisno memberikan keterangan usai menggelar pertemuan tertutup dengan Gerakan Suluh Kebangsaan di kediamannya di Jakarta, Kamis (3/10/2019). Pertemuan tersebut selain silaturahmi juga mendiskusikan berbagai isu kebangsaan saat ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Try Sutrisno, meninggal dunia hari ini, Senin (2/3/2026). Para pelayat tampak memadati rumah duka di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Pantauan di lokasi, pelayat dari berbagai kalangan mulai berdatangan. Karangan bunga berjejer di depan rumah duka.

Penasihat Khusus Presiden Indonesia Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, menyebut bangsa ini kehilangan tokoh yang patut diteladani.

“Hari ini betul-betul kita kehilangan seorang tokoh. Seorang tokoh yang perlu diteladani. Bapak Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno yang telah wafat tadi pagi,” kata Wiranto di lokasi, Senin (2/3/2026).

Menurut dia, almarhum adalah prajurit sejati. Sejak Letnan Dua hingga bintang empat, tak pernah berhenti mengabdi.

"Beliau selalu berhasil dalam misi yang diembannya. Ada kesungguhan, ada ketekunan. Tanpa pamrih, tak kenal lelah," ujar dia.

 

Wiranto Kerap Berkomunikasi dengan Wiranto

Rumah Duka Try Sutrisno (Foto: Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

Wiranto mengaku mengikuti perjalanan karier Try Sutrisno sejak menjadi Pangdam hingga Panglima ABRI.

"Sebagai negarawan, beliau paripurna. Sederhana, patuh pada konstitusi, dan selalu mementingkan rakyat daripada kepentingan pribadi dan golongan,” ucapnya.

Dia juga mengaku kerap berkomunikasi dengan almarhum, termasuk membahas persoalan kenegaraan.

“Saya selalu komunikasi dengan beliau. Hal-hal prinsip sering beliau sampaikan kepada saya,” katanya.

Jenazah rencananya disalatkan usai Zuhur di Masjid Agung Sunda Kelapa. Setelah itu diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

“Setelah ini rencana keluarga melaksanakan salat jenazah di masjid Sunda Kelapa. Lalu ke Makam Pahlawan Kalibata,” ujar Wiranto.

Wiranto mengajak masyarakat untuk turut mendoakan almarhum.

“Mari kita doakan bersama-sama agar beliau wafat husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya, dan keluarga diberi kekuatan,” katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya