Ibas Demokrat: Kawal Program Indonesia Pintar, Harus Tepat Sasaran

Ibas menegaskan bahwa pemerataan dan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas nasional dengan memastikan anggaran pendidikan benar-benar berdampak.

oleh Tim NewsDiterbitkan 28 Februari 2026, 22:55 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (28/2) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono menekankan pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Hal itu dilakukan saat reses di daerah pemilihannya, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (28/2).

"PIP bukan sekadar bantuan seragam atau buku, tetapi investasi masa depan. Dana ini adalah amanah. Harus tepat sasaran, tepat guna, tanpa potongan, dan tanpa penyalahgunaan. Kita semua wajib mengawalnya,” ujar pria karib disapa Ibas seperti dikutip dari siaran pers.

Ibas mencatat, saat ini lebih dari 20 juta siswa di Indonesia menerima manfaat PIP sebagai bentuk komitmen negara agar tidak ada anak putus sekolah sebab alasan ekonomi. Namun demikian, tantangan masih ada, mulai dari angka putus sekolah di sejumlah daerah, kesenjangan akses digital, hingga tekanan ekonomi keluarga.

"Karenanya harus ada sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam memastikan pemanfaatan PIP berjalan optimal. Sekolah harus aktif membina, orang tua mendampingi dengan penuh perhatian, dan pemerintah hadir dalam pengawasan," tegas dia.

Kepada para siswa, ia turut berpesan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, serta mengisi Ramadan dengan ilmu dan akhlak.

“Jika satu anak berhasil, satu keluarga akan terang. Jika banyak anak berhasil, Indonesia akan gemilang," yakin dia.

 

Kesejahteraan Guru Masih Jadi Persoalan

Dalam forum tersebut, Ibas berdialog dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Sahudi. Salah satunya, soal kesejahteraan guru.

Menurut Sahudi, hal yang masih menjadi momok adalah tenaga PPPK paruh waktu, rendahnya minat guru menjadi kepala sekolah akibat keterbatasan tunjangan, kebutuhan perluasan penerima Program Indonesia Pintar (PIP), serta pentingnya peningkatan bantuan revitalisasi gedung sekolah yang mengalami kerusakan cukup signifikan.

Menanggapi hal itu, Ibas menegaskan bahwa pemerataan dan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas nasional dengan memastikan anggaran pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan fasilitas, akses belajar, dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Dia berjanji, seluruh aspirasi akan ditampung dan diperkuat dengan data lapangan untuk diperjuangkan di tingkat pusat agar kebijakan pendidikan dapat menyesuaikan kebutuhan riil setiap daerah serta mampu melahirkan generasi unggul yang mendorong percepatan pembangunan nasional.

Sebagai informasi, audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Magetan Dr. Pangajoman, M.Sc., serta diikuti para penerima Program Indonesia Pintar, orang tua wali murid, Kelompok Studi Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Ngawi, dan Magetan, bersama jajaran Dinas Pendidikan yang berdiskusi mengenai penguatan akses pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pembangunan ekosistem pendidikan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Diketahui, reses pendidikan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan berdaya saing.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya