Liputan6.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan kecaman keras terhadap tindakan sebagian penggemar Leeds United yang mencemooh jeda buka puasa bagi pemain Muslim. Insiden ini terjadi saat pertandingan Premier League antara Manchester City dan Leeds United di Elland Road pada Sabtu malam, 28 Februari 2026. Guardiola menekankan pentingnya penghormatan terhadap agama dan keberagaman di dunia modern.
Penghentian pertandingan singkat ini merupakan bagian dari protokol yang telah disepakati Premier League sejak tahun 2021, bertujuan untuk mengakomodasi pemain Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Meskipun penjelasan telah ditampilkan di layar stadion, cemoohan tetap terdengar dari tribun penonton tuan rumah.
Advertisement
Kecaman Guardiola datang setelah kemenangan tipis timnya 1-0, menyoroti insiden yang berlangsung sekitar 78 detik pada menit ke-13 pertandingan. Ia mempertanyakan alasan di balik cemoohan tersebut, mengingat jeda ini adalah bagian dari aturan liga yang telah disepakati bersama.
Insiden di Elland Road dan Protokol Premier League
Pertandingan Premier League antara Manchester City dan Leeds United di Elland Road pada 28 Februari 2026 diwarnai insiden tidak menyenangkan. Pada menit ke-13, pertandingan dihentikan sementara selama sekitar 78 detik untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa setelah matahari terbenam.
Meskipun pesan penjelasan mengenai jeda tersebut telah ditampilkan di layar lebar stadion, sebagian penonton tuan rumah justru melontarkan cemoohan. Beberapa pemain Manchester City yang disebutkan berbuka puasa antara lain Rayan Ait-Nouri, Rayan Cherki, dan Omar Marmoush.
Jeda pertandingan untuk buka puasa ini bukanlah hal baru. Protokol Premier League telah menyepakati jeda singkat saat matahari terbenam agar pemain dapat mengonsumsi cairan dan suplemen sejak tahun 2021. Waktu jeda ini bahkan telah disepakati oleh kedua kapten tim sebelum pertandingan dimulai, menegaskan bahwa ini adalah prosedur standar yang diakui liga.
Kecaman Tegas Pep Guardiola
Menanggapi insiden tersebut, Pep Guardiola tidak tinggal diam. Setelah kemenangan timnya, manajer asal Spanyol itu mengutuk reaksi penggemar Leeds. Ia menyerukan pentingnya “penghormatan terhadap agama dan keberagaman” sebagai inti dari masalah ini.
Guardiola menyatakan, “Ini adalah dunia modern, bukan? [Anda lihat] apa yang terjadi di dunia saat ini. Hormati agama, keberagaman, itulah intinya.” Ia juga menambahkan bahwa Premier League mengizinkan jeda satu atau dua menit untuk pemain yang berpuasa, dan mempertanyakan, “Apa masalahnya?”
Manajer City tersebut menegaskan bahwa keputusan untuk menghentikan pertandingan bukan berasal dari klubnya, melainkan sesuai arahan dari Premier League. Pernyataan ini sekaligus membantah anggapan bahwa jeda tersebut adalah permintaan khusus dari Manchester City, melainkan implementasi dari aturan liga yang berlaku.
Reaksi dari Pihak Lain
Insiden cemoohan ini juga menuai respons dari berbagai pihak. Organisasi anti-diskriminasi Kick It Out mengeluarkan pernyataan yang menyebut cemoohan tersebut “sangat mengecewakan”. Mereka menekankan bahwa jeda untuk berbuka puasa adalah bagian penting untuk membuat sepak bola lebih ramah bagi pemain dan komunitas Muslim.
Kick It Out menambahkan bahwa reaksi negatif tersebut menunjukkan bahwa sepak bola masih memiliki jalan panjang dalam hal pendidikan dan penerimaan keberagaman. Hal ini menyoroti perlunya peningkatan kesadaran di kalangan penggemar mengenai praktik keagamaan dan pentingnya inklusivitas dalam olahraga.
Asisten Manajer Leeds United, Edmund Riemer, yang menggantikan Daniel Farke setelah diusir keluar lapangan, juga menyatakan kekecewaannya. Riemer mengatakan, “Saya fokus pada pertandingan. Kecewa dengan beberapa suporter dan kami belajar dari itu,” menunjukkan bahwa pihak klub Leeds United juga tidak mendukung tindakan cemoohan tersebut.