Nyepi 2026 Dipusatkan di Bundaran HI, Pemprov Jakarta Gelar Pawai Ogoh-ogoh

Pemprov DKI Jakarta akan memusatkan perayaan Nyepi 2026 di Bundaran HI dengan pawai ogoh-ogoh dan pemasangan penjor.

oleh Tim NewsDiterbitkan 28 Februari 2026, 12:16 WIB
Pawai ogoh-ogoh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di perayaan Nyepi 2025. (dok. TMII)

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 akan dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar pawai ogoh-ogoh serta memasang penjor di area tersebut.

“Bundaran HI pada saat Nyepi, kami akan ada pawai ogoh-ogoh dan juga akan ada penjor di sini. Yang mungkin belum pernah ada penjor dipasang di Bundaran HI. Nanti akan kami pasang penjor ada di Bundaran HI,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Pusat, Jumat. 

Pramono menegaskan, seluruh agama harus diperlakukan secara setara di Jakarta. Ia juga menyatakan dirinya merupakan gubernur bagi seluruh umat beragama.

Oleh karena itu, Pramono ingin seluruh hari besar keagamaan dapat dirayakan di Jakarta. Mulai dari perayaan Natal, Imlek, Ramadhan, Idul Fitri, hingga Nyepi.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan panitia akan menyelenggarakan rangkaian perayaan Nyepi yang terbagi dalam empat klaster utama.

Klaster tersebut meliputi kegiatan keagamaan, yakni Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi, dan Ngembak Geni. Selain itu, terdapat kegiatan sosial dan kemasyarakatan, festival budaya dan pendidikan, termasuk parade ogoh-ogoh serta Dharma Santi sebagai ajang silaturahmi pasca-Nyepi.

 

Lokasi Perayaan Melasti 2026

Seluruh rangkaian kegiatan akan digelar di sejumlah lokasi yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Adapun upacara Melasti dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret 2026 di Pura Segara, Jakarta Utara, dan akan diikuti umat Hindu se-DKI Jakarta. Sementara Tawur Agung akan dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur.

Selain kegiatan keagamaan, panitia juga menyiapkan sejumlah agenda sosial dan budaya, antara lain bakti sosial, donor darah, dan pengobatan gratis. Terdapat pula seminar literasi keuangan dan UMKM, festival budaya, serta parade ogoh-ogoh di ruang publik.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang toleran dan berbudaya.

Infografis Jejak Ajaran Toleransi Sunan Kudus. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya