Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengungkapkan bahwa situasi di Meksiko pasca tewasnya pimpinan kartel narkoba Jalisco Generasi Baru (CJNG) Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias "El Mencho" telah kembali normal.
"Pasca operasi militer terhadap pimpinan kartel narkoba CJNG, Kemlu RI melalui KBRI Kota Meksiko terus memantau secara saksama perkembangan situasi keamanan di Meksiko. Untuk kondisi di Meksiko terutama di wilayah terdampak, informasi yang kami terima dari KBRI Kota Meksiko, ketegangan telah jauh berkurang dan situasi telah kembali normal," terang Plt Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Heni Hamidah dalam press briefing di Kemlu RI, Jumat (27/2/2026).
Advertisement
"Fasilitas umum, sekolah-sekolah, toko-toko, dan bandara sudah mulai beroperasi kembali dan status situasi darurat telah dicabut oleh Gubernur Jalisco pada 24 Februari. WNI yang bermukim di wilayah terdampak yaitu di wilayah Jalisco dan Guadalajara terpantau dalam kondisi aman dan selamat."
Berdasarkan catatan KBRI Kota Meksiko, sebut Heni, hingga saat ini terdapat 481 WNI di Meksiko dengan jumlah paling banyak di Nuevo Leon sebanyak 150 WNI lalu di Meksiko City 137 WNI dan di Jalisco sebanyak 45 WNI.
"Meskipun kondisi sudah berlangsung aman dan keadaan sudah mulai membaik serta kondusif, situasi dan kondisi sudah tidak mencekam, namun kepada seluruh WNI khususnya di wilayah terdampak masih tetap diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan menjauhi kerumunan dan mengikuti arahan resmi dari otoritas tempat serta menjalin komunikasi dengan KBRI Meksiko," ujar Heni.
Total korban tewas akibat gelombang kekerasan yang dipicu oleh kemarahan pengikut "El Mencho" dilaporkan mencapai sedikitnya 74 orang, termasuk di antaranya 25 anggota Garda Nasional. Kerusuhan meluas hingga mencakup 14 negara bagian di Meksiko, dengan titik konsentrasi massa dan kekacauan paling hebat terjadi di wilayah Jalisco, Guanajuato, dan Zacatecas.