Influencer Sulianto Indria Putra Bahas Nasib Guru Honorer NTT, Berkomitmen Beri Bantuan Seumur Hidup

Sulianto Indria Putra dikenal lewat komunitas edukasi digital TWS sebagai ruang pembelajaran literasi finansial, investasi, dan pengelolaan aset digital.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 26 Februari 2026, 10:00 WIB
Sulianto Indria Putra dikenal lewat komunitas edukasi digital TWS sebagai ruang pembelajaran literasi finansial, investasi, dan pengelolaan aset digital. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Sulianto Indria Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Nama Sulianto Indria Putra meroket di medsos. Influencer dengan 1 jutaan pengikut di Instagram ini dikenal lewat komunitas edukasi digital TWS yang ia bangun. Komunitas ini menjelma ruang pembelajaran literasi finansial, investasi, dan pengelolaan aset digital.

Di samping itu, Suli, demikian ia disapa, memegang satu prinsip: keberhasilan harus memiliki dampak sosial. Prinsip itu makin tajam kala mendengar kabar dari Kupang, Nusa Tenggara Timur atau NTT, ada guru hororer bernama Agustinus yang telah mengabdi selama 23 tahun.

Ia ditimpa pemotongan gaji dari Rp600.000 jadi Rp223.000 per bulan. Di sekolah yang sama, Wesli sebagai kepala sekolah hanya dapat Rp100.000 per bulan. Itu realita yang dihadapi tiap bulan untuk menghidupi keluarga. Fakta dan data ini mengetuk hati Sulianto Indria Putra.

Suli tak melihatnya sebagai sekadar berita sedih melainkan tanggung jawab. “Jika kita berbicara tentang masa depan bangsa, maka kita sedang berbicara soal guru. Jika guru tidak sejahtera, kita sedang membiarkan fondasi itu rapuh,” kata Sulianto Indria Putra.

Melalui TWS, Suli menggagas bantuan finansial jangka panjang, bahkan seumur hidup. Ini bukan langkah spontan. Sulianto Indria Putra berdiskusi dengan tim internal dan anggota komunitas untuk memastikan bantuan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Saya percaya bahwa trust economy bukan hanya tentang kepercayaan dalam transaksi digital, tapi juga kepercayaan bahwa keberhasilan dapat membawa perubahan nyata,” ujarnya lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Rabu (25/2/2026).

 


Generasi Muda Pengusaha Digital

Sulianto Indria Putra dikenal lewat komunitas edukasi digital TWS sebagai ruang pembelajaran literasi finansial, investasi, dan pengelolaan aset digital. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Sulianto Indria Putra)

Melalui inisiatif ini, Sulianto Indria Putra ingin menunjukkan generasi muda pengusaha digital Indonesia mampu menghadirkan dampak lebih luas. Menurutnya, angka bisa berubah, tapi kontribusi kepada sesama manusia akan meninggalkan jejak lebih panjang.

Saat tahu Agustinus dan Wesli di NTT hanya punya penghasilan Rp223.000 serta Rp100.000 per bulan, Suli melihatnya sebagai ketimpangan yang perlu direspons. Ia menilai, guru yang berada dalam tekanan ekonomi akan menghadapi beban mental tambahan.


Tidak Masuk Akal

Sulianto Indria Putra dikenal lewat komunitas edukasi digital TWS sebagai ruang pembelajaran literasi finansial, investasi, dan pengelolaan aset digital. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Sulianto Indria Putra)

“Tidak masuk akal jika seseorang yang menjaga masa depan bangsa harus bertahan dengan angka seperti itu,” Sulianto Indria Putra beropini. Dengan adanya bantuan rutin, ia berharap para pendidik dapat lebih fokus pada peran mereka.

Langkah ini juga memperkuat positioning Sulianto Indria Putra sebagai figur muda yang tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan, tapi juga tanggung jawab untuk menolong sesama manusia atau saudara sebangsa.


Diversifikasi, Aset, dan Dampak

Sulianto Indria Putra dikenal lewat komunitas edukasi digital TWS sebagai ruang pembelajaran literasi finansial, investasi, dan pengelolaan aset digital. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Sulianto Indria Putra)

Melalui TWS dan inisiatif bantuan untuk para pendidik di NTT, Sulianto Indria Putra mempraktikkan filosofi yang selama ini ia bangun, bahwa diversifikasi bukan hanya dalam aset, tetapi juga dalam dampak.

Jika selama ini Sulianto Indria Putra mengajarkan manajemen risiko dan perencanaan jangka panjang dalam investasi, maka langkah sosial ini penerapan prinsip yang sama: stabilitas sekaligus keberlanjutan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya