Liputan6.com, Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat kinerja keuangan yang lesu pada 2025. Hal ini seiring pendapatan dan laba kompak merosot.
Mengutip laporan keuangan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/2/2026), pendapatan perseroan turun 18,37% menjadi USD 1,88 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 2,30 miliar. Beban pokok pendapatan susut 12,9% menjadi USD 1,39 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,60 miliar.
Advertisement
Namun, laba kotor perseroan terpangkas 30,90% menjadi USD 482,83 juta dari periode 2024 sebesar USD 698,81 juta.
Perseroan mencatat beban penjualan turun menjadi USD 170,95 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 178,28 juta. Beban umum dan administrasi naik menjadi USD 44,90 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 37,09 juta.Beban keuangan bertambah menjadi USD 11,12 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 4,05 juta. Penghasilan keuangan terpangkas menjadi USD 40,13 juta.
Perseroan mencatat laba sebelum pajak penghasilan terpangkas 41,95% menjadi USD 287,21 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 494,82 juta.
Seiring kinerja keuangan itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 48,96% dari USD 374,11 juta menjadi USD 190,94 juta pada 2025.
Perseroan mencatat laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dasar dan dilusi turun menjadi 0,17 pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya 0,33.
Ekuitas perseroan turun menjadi USD 1,90 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 1,93 miliar. Liabilitas naik menjadi USD 497,73 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 472,73 juta.Aset perseroan tercatat USD 2,40 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 2,40 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 807,94 juta pada 2025.
ITMG Tebar Dividen
Sebelumnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membagikan dividen interim 2025 sebesar USD 50,04 juta.
Pembagian dividen interim itu setara Rp 738 per saham. Perseroan membagikan dividen interim sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 31 Oktober 2025.
Perseroan membagikan dividen interim berdasarkan data keuangan per 30 Juni 2025 yakni:
- Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 90,97 juta
- Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 1,41 miliar
- Total ekuitas sebesar USD 1,87 miliar
Berikut jadwal pembagian dividen interim 2025 ITMG:
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 12 November 20025
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 13 November 2025
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 14 November 2025
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 17 November 2025
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 14 November 2025 waktu 16:00
- Tanggal pembayaran dividen pada 26 November 2025
Kantongi Restu Buyback Saham
Sebelumnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 2,49 triliun.
Hal itu telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Indo Tambangraya Megah pada Senin, (3/11/2025).
Rapat menyetujui pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka. Jumlah maksimal buyback saham senilai Rp 2,49 triliun.
Perseroan akan memakai kas internal sesuai peraturan berlaku termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya untuk buyback saham.
Pembelian saham kembali akan dilakukan melalui Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat 12 bulan dari tanggal RUPSLB.
Langkah Perseroan untuk melakukan pembelian saham kembali ini didasarkan pada tiga poin pertimbangan fundamental, antara lain seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (3/11/2025):
1.Perseroan memandang harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai fundamental dan prospek jangka panjang Perseroan. Nilai fundamental tersebut mencakup posisi keuangan yang solid serta kemampuan Perseroan untuk mempertahankan kinerja operasional yang berkelanjutan. Selain itu, Perseroan memiliki strategi pengembangan usaha yang diyakini dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang, sehingga pelaksanaan Buyback ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada pasar.
2.Pelaksanaan Buyback diharapkan dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih baik bagi pemegang saham, meningkatkan kepercayaan investor, serta mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek usaha Perseroan di masa mendatang.
3.Pelaksanaan Buyback juga diharapkan dapat mendukung stabilitas harga saham Perseroan di Bursa Efek.
"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan Buyback tidak akan memberikan pengaruh yang negatif terhadap kinerja dan pendapatan Perseroan karena saldo laba dan arus kas yang tersedia saat ini mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan buyback,”