Liputan6.com, Jakarta - Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengungkapkan salah satu tantangan besar jelang Pemilu 2029 mendatang. Ia menyebut disinformasi digital terutama yang menggunakan AI akan menjadi tantangan tersebut.
"Kita punya masalah besar di era AI antara ada deep fake yang bahasa dan wajah bisa disamakan. Itu sangat bahaya karena aturannya belum ada, pencegahan ini penting kita bahas bersama," kata Bagja dilansir laman resmi Bawaslu.
Advertisement
Bagja menjelaskan salah satu upaya untuk mengatasi tantangan itu adalah bekerja sama dengan semua pihak. Terlebih dengan pihak lain yang lebih mahir.
"Kita terus bekerjasama baik dengan stakeholder untuk mengantisipasi persoalan disinformasi misal dengan Mafindo, NGO lainnya, media platform META, Google, Tiktok sehingga bisa meminimalisir permasalahan yang ada melalui media digital," ujarnya menambahkan.
Tantangan lain yang dihadapi jelang Pemilu 2029 adalah pemilih pemula. "Generasi ini sangat melek terhadap era digital. Maka cek fakta sangat diperlukan untuk meminimalisir hoaks dan kampanye hitam yang tersebar," ujar Bagja.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.