Kamrussamad DPR: Ekosistem Haji Harus Dibangun Tak Hanya dari Sisi Bisnis, Tapi Juga Pelayanan Umat

total jamaah haji mencapai lebih dari 1,8 juta orang pada 2024, menandakan skala industri yang sangat besar dan kompetitif.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 Februari 2026, 19:00 WIB
Ketua Umum Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) dan Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad (kiri) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) menggelar Business Talk Ramadan sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem bisnis haji dan umrah nasional di tengah pertumbuhan signifikan sektor ini.

Mengusung tema “Spirit Ramadan Menghadirkan Peran Pengusaha HIPKA dalam Penguatan Ekosistem Bisnis Haji dan Umrah,” forum ini mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha untuk mendorong kolaborasi yang lebih terintegrasi.

Hadir sebagai narasumber antara lain Prof Jenal Effendi, Dirjen Pengembangan ekosistem Haji & Umroh Kementerian Haji. Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim.

Turut hadir pula Ismed Saputra selaku Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, dan Eddy Abdurrachman selaku Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan.

Potensi Pasar Besar dan Terus Bertumbuh

Indonesia merupakan negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Pada tahun 2024, jumlah jamaah haji Indonesia mencapai 241.000 orang, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan haji nasional.

Sementara itu, pada 2025 kuota haji tetap tinggi di kisaran 221.000 jamaah, menunjukkan konsistensi permintaan yang kuat dari masyarakat Indonesia.

Di sektor umrah, pertumbuhan juga terlihat signifikan. Pada kuartal pertama 2025 saja, jumlah jamaah umrah asal Indonesia mencapai lebih dari 547 ribu orang, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap perjalanan ibadah ini sepanjang tahun.

Secara global, total jamaah haji mencapai lebih dari 1,8 juta orang pada 2024, menandakan skala industri yang sangat besar dan kompetitif.

Peluang Ekonomi dan Investasi

Besarnya jumlah jamaah tersebut menjadikan ekosistem haji dan umrah sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki efek berganda (multiplier effect). Dengan volume jamaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu per tahun, sektor ini dinilai memiliki potensi ekonomi bernilai besar dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, HIPKA menekankan pentingnya transformasi ekosistem haji dan umrah melalui penguatan regulasi dan tata kelola, peningkatan kualitas layanan jamaah, digitalisasi layanan perjalanan ibadah, serta pembukaan peluang investasi baru.

“Momentum Ramadan menjadi titik refleksi bahwa ekosistem bisnis haji dan umrah harus dibangun tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga dari sisi kebermanfaatan dan pelayanan umat,” ujar Kamrussamad selaku Ketua Umum HIPKA dan anggota DPR Fraksi Gerindra.

Ke depan, HIPKA berkomitmen menjadi jembatan strategis antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya