Liputan6.com, Jakarta - Korlantas Polri meluncurkan tagline nasional “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang akan launching 3 Maret 2026. Slogan ini jadi semangat pengamanan sekaligus ajakan disiplin berlalu lintas.
Program ini merupakan tindak lanjut kebijakan Agus Suryonugroho selaku Kakorlantas Polri dan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar pelayanan mudik berjalan optimal, humanis, dan profesional.
Advertisement
Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol Wibowo, melalui program Polantas Menyapa, mengajak generasi muda khususnya Gen-Z ikut mengampanyekan tertib administrasi kendaraan bermotor (ranmor).
Menurutnya, “Mudik Aman” bukan hanya soal rekayasa lalu lintas, pos pelayanan, maupun pengamanan jalur rawan kecelakaan. Kesiapan administrasi kendaraan juga jadi bagian penting.
“Kelengkapan seperti SIM, STNK yang aktif, kepemilikan BPKB yang valid, serta kepatuhan terhadap registrasi dan identifikasi kendaraan merupakan fondasi dasar keselamatan dan ketertiban,” kata Brigjen Pol Wibowo dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Dia menilai Gen-Z memiliki pengaruh besar di ruang publik dan media sosial.
“Gen-Z adalah generasi digital yang kreatif dan memiliki pengaruh besar di ruang publik maupun media sosial. Kami mengajak mereka menjadi agen perubahan, mengkampanyekan pentingnya tertib administrasi kendaraan sebagai bagian dari budaya keselamatan berlalu lintas,” katanya.
Tertib Administrasi
Brigjen Wibowo menegaskan, tertib administrasi bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi tanggung jawab moral terhadap diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lain. Kendaraan yang terdaftar dan legal disebut akan mempermudah pengawasan, perlindungan hukum, hingga penanganan bila terjadi hal tak diinginkan.
Makna “Keluarga Bahagia”, lanjutnya, menjadi tujuan akhir. Mudik disebut sebagai perjalanan emosional untuk berkumpul dengan keluarga, yang harus ditempuh dengan disiplin dan taat aturan.
Melalui Polantas Menyapa, jajaran Dirregident Korlantas juga mendorong edukasi digital, diskusi interaktif, serta kampanye kreatif di berbagai platform yang dekat dengan Gen-Z.
“Kami ingin keselamatan menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Ketika administrasi tertib, kendaraan laik jalan, dan pengemudi disiplin, maka mudik akan aman dan keluarga pun bahagia,” tandas Wibowo.