Aktivitas Publik Meksiko Berangsung Normal Pasca Rusuh Akibat Kematian Bos Kartel Narkoba

Pemerintah Meksiko mengerahkan total 10.000 tentara tambahan ke seluruh negeri untuk meredam kekerasan setelah tewasnya gembong narkoba El Mencho.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 25 Februari 2026, 10:24 WIB
Pasukan khusus Garda Nasional Meksiko berpatroli di sekitar markas Kantor Kejaksaan Khusus untuk Kejahatan Terorganisir (FEMDO) di Mexico City pada 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari 2026 bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Alfredo ESTRELLA / AFP)

Liputan6.com, Kota Meksiko - Transportasi umum dan aktivitas bisnis secara bertahap telah kembali beroperasi normal pasca operasi penegakan hukum yang menewaskan Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias "El Mencho", pemimpin kartel narkoba Jalisco Generasi Baru (CJNG), pada 22 Februari 2026 di Tapalpa, Jalisco, Meksiko. Kabar ini diketahui dari pernyataan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) melalui situs web-nya.

"Warga negara AS saat ini tidak lagi dianjurkan untuk berlindung di tempat," demikian bunyi pemberitahuan yang dipublikasikan pada Selasa (24/2).

Selain itu, jadwal penerbangan di ibu kota negara bagian Jalisco, Guadalajara, telah kembali normal. Di Puerto Vallarta, banyak maskapai bahkan menambahkan penerbangan ekstra pada 24 Februari guna mengakomodasi kebutuhan penumpang. Kedua bandara dilaporkan dalam kondisi aman dan seluruh fasilitas tersedia bagi para pelancong.

Kedubes AS lebih lanjut mengungkapkan bahwa hingga saat ini, tidak terdapat laporan mengenai penutupan jalan yang diperintahkan oleh otoritas setempat. Namun, beberapa ruas jalan di Negara Bagian Jalisco, termasuk jalur antara Guadalajara dan Puerto Vallarta, masih belum sepenuhnya dibuka kembali.

 

Puluhan Pasukan Keamanan Tewas

Petugas polisi melakukan pemeriksaan keamanan di Jalan Raya Morelia-Patzcuaro untuk mencegah pembakaran kendaraan dan blokade jalan di negara bagian Michoacan, Meksiko, pada 23 Februari 2026. (Enrique Castro/AFP)

Kematian "El Mencho" memicu gelombang kekerasan terkoordinasi di berbagai wilayah Meksiko, memicu aksi narcoblockade (pemblokiran jalan oleh kelompok kriminal) di sedikitnya 20 negara bagian. Situasi keamanan memburuk secara signifikan, terutama di Guadalajara dan Puerto Vallarta, dua kota utama di wilayah barat Meksiko.

Mengutip laporan BBC, eskalasi kekerasan yang terjadi ditandai dengan pembakaran kendaraan, blokade jalan raya, serta serangan terhadap aparat keamanan. Dalam rangkaian kerusuhan tersebut, sedikitnya 74 orang dilaporkan tewas, termasuk 25 anggota Garda Nasional Meksiko.

Pihak berwenang Meksiko segera mengerahkan pasukan tambahan untuk mengendalikan situasi dan memulihkan ketertiban di wilayah-wilayah terdampak. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu eskalasi keamanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, mengingat luasnya wilayah yang terdampak serta tingkat koordinasi aksi kekerasan yang terjadi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya