Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (25/2/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Pada perdagangan saham Selasa, 24 Februari 2026, IHSG melemah 1,37% ke posisi 8.280, 82 akibat anjloknya sektor saham energi sebesar 3,5%, sektor consumer siklikal bertambah 3,1% dan infrastruktur susut 2,29%.
Advertisement
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, pergerakan IHSG sebatas uji support setelah break out sehari sebelumnya. Ia menyarankan untuk investor dan trader mengawasi ketat level support kritikal di 8.250 sebagai penopang indeks saham. “Serta IHSG harus mampu kembali rebound at least ke atas 8.350, sebelum coba naik ke atas 8.430 lagi,” ujar dia dalam catatannya.
Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menuturkan, IHSG akan konsolidasi menguat. IHSG akan berada di level support 8.259,8.142 dan level resistance 8.408,8.572.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Liza memilih saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Trading Idea
1.PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
Entry Buy : 416 – 428
Target Price : 442 – 456
Support : 410 – 416
Cut loss : 406
2.PT Indosat Tbk (ISAT)
Entry Buy : 2.270 – 2.330
Target Price: 2.400 – 2.470
Support : 2.240 – 2.270
Cut loss : 2.220
3.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA)
Entry Buy : 2.360 – 2.420
Target Price: 2.500 – 2.580
Support: 2.320 – 2.360
Cut loss : 2.300
4.PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Entry Buy : 1.510 – 1.550
Target Price: 1.600 – 1.645
Support : 1.490 – 1.510
Cut loss : 1.480
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 24 Februari 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba merosot tajam pad sesi kedua perdagangan saham Selasa, (24/2/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,37% ke posisi 8.280,83. Indeks saham LQ45 merosot 1,2% ke posisi 837,62. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG tertekan beberapa sektor saham antara lain sektor saham energi, consumer siklikal dan infrastruktur. "Di sisi lain emiten-emiten konglomerasi juga turut membebani pergerakan IHSG,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia mengatakan, dari sisi sentimen, IHSG diperkirakan dipengaruhi ada ketidakpastian dari kebijakan Amerika Serikat (AS) serta geopolitik Timur Tengah yang kembali memanas meningkatkan kekhawatiran investor.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.437,08 dan level terendah 8.259,47. Sebanyak 567 saham melemah sehingga bebani IHSG. 153 saham menguat dan 99 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.410.615 kali dengan volume perdagangan saham 60,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.810.
Dari 11 sektor saham, sektor saham keuangan naik 1,0002%. Sementara itu, sektor saham energi melemah 3,5%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic terpangkas 1,23%, sektor saham industri merosot 1,89%.
Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,41%, sektor saham consumer siklikal merosot 3,12%, sektor saham kesehatan terperosok 1,24%, sektor saham properti turun 2,19%, sektor saham teknologi susut 1,77%, sektor saham infrastruktur melemah 2,29%, dan sektor saham transportasi melemah 1%.