Rekomendasi Saham Hari Ini 25 Februari 2026: ERAA, ISAT, JPFA, hingga TAPG

Berikut rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham Rabu, (25/2/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 Februari 2026, 09:01 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (25/2/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (25/2/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Pada perdagangan saham Selasa, 24 Februari 2026, IHSG melemah 1,37% ke posisi 8.280, 82 akibat anjloknya sektor saham energi sebesar 3,5%, sektor consumer siklikal bertambah 3,1% dan infrastruktur susut 2,29%.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan,  pergerakan IHSG sebatas uji support setelah break out sehari sebelumnya. Ia menyarankan untuk investor dan trader mengawasi ketat level support kritikal di 8.250 sebagai penopang indeks saham. “Serta IHSG harus mampu kembali rebound at least ke atas 8.350, sebelum coba naik ke atas 8.430 lagi,” ujar dia dalam catatannya.

Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menuturkan, IHSG akan konsolidasi menguat. IHSG akan berada di level support 8.259,8.142 dan level resistance 8.408,8.572.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Liza memilih saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA),  PT Indosat Tbk (ISAT), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Trading Idea

1.PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

Entry Buy   : 416 – 428

Target Price         : 442 – 456

Support      : 410 – 416

Cut loss : 406

 

2.PT Indosat Tbk (ISAT)

Entry Buy   : 2.270 – 2.330

Target Price: 2.400 – 2.470

Support      : 2.240 – 2.270

Cut loss : 2.220

 

3.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA)

Entry Buy   : 2.360 – 2.420

Target Price: 2.500 – 2.580

Support: 2.320 – 2.360

Cut loss : 2.300

 

4.PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Entry Buy   : 1.510 – 1.550

Target Price: 1.600 – 1.645

Support      : 1.490 – 1.510

Cut loss : 1.480

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 24 Februari 2026

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba merosot tajam pad sesi kedua perdagangan saham Selasa, (24/2/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,37% ke posisi 8.280,83. Indeks saham LQ45 merosot 1,2% ke posisi 837,62. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG tertekan beberapa sektor saham antara lain sektor saham energi, consumer siklikal dan infrastruktur. "Di sisi lain emiten-emiten konglomerasi juga turut membebani pergerakan IHSG,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, dari sisi sentimen, IHSG diperkirakan dipengaruhi ada ketidakpastian dari kebijakan Amerika Serikat (AS) serta geopolitik Timur Tengah yang kembali memanas meningkatkan kekhawatiran investor.

 

Sektor Saham

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.437,08 dan level terendah 8.259,47. Sebanyak 567 saham melemah sehingga bebani IHSG. 153 saham menguat dan 99 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.410.615 kali dengan volume perdagangan saham 60,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.810.

Dari 11 sektor saham, sektor saham keuangan naik 1,0002%. Sementara itu, sektor saham energi melemah 3,5%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic terpangkas 1,23%, sektor saham industri merosot 1,89%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,41%, sektor saham consumer siklikal merosot 3,12%, sektor saham kesehatan terperosok 1,24%, sektor saham properti turun 2,19%, sektor saham teknologi susut 1,77%, sektor saham infrastruktur melemah 2,29%, dan sektor saham transportasi melemah 1%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya