Real Madrid vs Benfica: Thibaut Courtois Blak-blakan Kritik Jose Mourinho Soal Kasus Pelecehan Rasis

Thibaut Courtois angkat suara terkait dugaan pelecehan rasial yang menimpa rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 24 Februari 2026, 22:33 WIB
Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami bintang Real Madrid, Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Liputan6.com, Jakarta - Kiper Thibaut Courtois angkat suara terkait polemik dugaan pelecehan rasial yang menimpa rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior. Insiden tersebut diduga melibatkan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, dalam laga yang berlangsung pekan lalu.

Tak hanya menyoroti dugaan tindakan Prestianni, Courtois juga secara terbuka mengkritik komentar pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang dinilai lebih menyoroti selebrasi gol Vinicius ketimbang inti persoalan.

Courtois mengungkapkan bahwa setelah insiden terjadi, keputusan untuk melanjutkan pertandingan sepenuhnya berada di tangan Vinicius. Menurutnya, situasi ini menunjukkan betapa rumitnya penanganan kasus semacam itu di tengah pertandingan.

“Ini momen penting bagi sepak bola untuk benar-benar menghentikan hal seperti ini. Jika Vinicius memutuskan tidak ingin melanjutkan, kami akan mempertimbangkan untuk meninggalkan lapangan. Setelah itu, keputusan ada di tangan ofisial UEFA,” ujar Courtois.

Kiper asal Belgia itu menilai, seharusnya tanggung jawab utama berada di pihak penyelenggara dan otoritas pertandingan, bukan pada pemain yang menjadi korban.

“Jika ada kejadian di tribune, itu alasan untuk menghentikan laga dan mengeluarkan pelaku. Pemain tidak selalu bisa melihat apa yang terjadi di tribun. Itu tugas wasit dan otoritas. Kita harus berhenti bersikap bodoh sebagai masyarakat,” tegasnya.


Mourinho Tetaplah Mourinho

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, diusir keluar lapangan pada menit-menit akhir pertandingan Liga Champions Benfica melawan mantan klubnya, Real Madrid, setelah melancarkan amarah di area pinggir lapangan. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Komentar Mourinho yang menyebut bahwa dengan sosok legenda seperti Eusebio, Benfica tak mungkin bersikap rasis, memicu perdebatan luas. Ia juga menyinggung bahwa masalah serupa kerap terjadi di stadion-stadion yang didatangi Vinicius, sembari membahas selebrasi sang winger.

Courtois tak menampik bahwa pelatih akan selalu membela klubnya. Namun, ia kecewa karena selebrasi dijadikan pembenaran atas dugaan pelecehan.

“Mourinho adalah Mourinho. Sebagai pelatih, tentu ia membela klubnya. Tapi saya terganggu ketika selebrasi Vinicius dipakai untuk menyerangnya. Itu mengecewakan. Kita tidak bisa membenarkan dugaan tindakan rasis hanya karena sebuah selebrasi,” katanya.


Sanksi Sementara dan Sikap Madrid

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

UEFA telah menjatuhkan larangan bermain satu pertandingan kepada Prestianni sembari investigasi berjalan. Artinya, ia absen saat laga di Santiago Bernabeu. Namun, jika banding Benfica dikabulkan, situasi bisa berubah.

Terkait kemungkinan berjabat tangan dengan Prestianni, Courtois menyebut tim belum membahasnya secara khusus.

Lanjut Baca:

“Kami belum mendiskusikannya sebagai tim. Nanti kami lihat keputusan bersama,” ujarnya diplomatis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya